Kondisi Kabut Asap Tebal SMA N 1 (SMANSA) Tanjabbarat Berlakukan Belajar Daring Mulai Besok, Hingga Situasi Udara Membaik
Tanjabbarat.koranborgol.com-Akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan status udara dalam situasi berbahaya , SMA N 1 (Smansa) Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat berlakukan sekolah daring mulai besok rabo 16 September hingga Sabtu 19 September 2026.
Dari penelitian hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada Selasa pada 15 September 2026, beserta hasil rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan serta Koordinator Wilayah BGN, diputuskan kegiatan pembelajaran tatap muka untuk sementara dialihkan menjadi pembelajaran daring atau jarak jauh.
Untuk belajar daring atau jarak jauh ini juga dikatakan kepala sekolah SMA N 1 Kadiman,S.T,.M.Pd saat di komfirmasi melalui via WhatsApp, “Iya benar, kita akan melakukan sekolah daring mulai besok dan surat nya sudah kita kita buat dan akan kita beritahukan ke orang tua dan murid,”terangnya.
Dalam hal ini Kadiaman, S.T.M.Pd juga menjelaskan Guru dianjurkan menggunakan platform pembelajaran yang mudah diakses, seperti WhatsApp Group, Google Classroom, platform pembelajaran sekolah maupun media digital lainnya.
“Untuk memudahkan pembelajaran, guru – guru diminta supaya menggunakan platform yang mudah di akses contohnya seperti WhatsApp group sekolah google classroom dan media digital lainnya untuk lebih memudahkan pembelajaran.”ungkapnya
Ditambahkan nya,”untuk sementara bagi peserta didik yang mengalami keterbatasan akses internet atau tidak memiliki perangkat pembelajaran yang memadai, pihak sekolah diminta memberikan alternatif pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing murid,”pungkasnya.
Kepala sekolah SMA N 1 menjelaskan, untuk pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan apabila kondisi kualitas udara telah membaik dan dinilai aman berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan tanjabbarat.sekolah juga akan menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran daring kepada orang tua atau wali peserta didik secara jelas, sehingga proses pendidikan tetap berjalan dengan baik meskipun dilakukan dari rumah, hingga situasi diperkirakan aman dan kondusif dari kabut asap saat ini.*(Adi)*
