GROBOGAN Koranborgol.com- Pemerintah Desa bersama Warga masyarakat Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan menggelar Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Anom Dwijo Kangko,S.Sn dan bintang tamu Cak Percil cs dalam rangka Meriahkan Sedekah Bumi ( Apitan ) di halaman Madin Tarbiyatul Athfal Desa Tunjungharjo, Pada hari Sabtu Wage tanggal (17/05/2026) pukul 20.00 wib.
Pagelaran wayang kulit tersebut
Mengusung tema “Merawat Tradisi, Mempererat Harmoni, Menjemput Berkah Illahi”, kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian tradisi Sedekah bumi/ Apitan yang rutin digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Desa Tunjungharjo kepada Allah SWT.
Kepala Desa Tunjungharjo Ali Murtadho menyampaikan bahwa,”Sedekah bumi merupakan wujud syukur atas karunia, rezeki, kesehatan, dan berbagai nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada warga masyarakatnya,” ujarnya.
Ali Murtadho menegaskan, Pagelaran wayang kulit juga menjadi salah satu upaya melestarikan budaya lokal yang diwariskan para leluhur.
“Budaya hiburan Wayang kulit merupakan warisan budaya yang telah diakui dunia sehingga menjadi kewajiban bersama untuk terus menjaga atau nguri – uri dan melestarikannya.
“Di tengah kemajuan teknologi saat ini, generasi muda sangat mudah mengakses budaya asing yang belum tentu sesuai dengan adat ketimuran kita. Karena itu, budaya seni tradisional wayang kulit harus terus dijaga agar tidak punah,” tandasnya.
Ali Murtadho menyebut, setiap lakon yang dibawakan dalang mengandung pesan filosofis dan nilai-nilai luhur yang baik untuk kehidupan masyarakat Indonesia.
Melalui cerita pewayangan, masyarakat diajak memahami nilai kebersamaan, kebijaksanaan, hingga pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial.
“Selain sebagai hiburan rakyat, kegiatan Sedekah Bumi (Apitan) juga diharapkan mampu mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan masyarakat di Desa Tunjungharjo,” ungkapnya.
Sedekah bumi (Apitan) sebagai ikhtiar masyarakat Desa Tunjungharjo dan doa serta rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah ditahun lalu. Juga harapan semoga ditahun ini terhindar dari musibah dan marabahaya serta diberikan hasil bumi yang melimpah pula,” Pintanya.
Ditambahkan Ali Murtadho Tradisi Sedekah Bumi (Apitan) tersebut diidentikan dengan pagelaran wayang kulit siang & semalam suntuk seperti di Desa Tunjungharjo.
“Untuk siang hari di gelar Orkes Campursari dipersembahkan oleh Madu Laras dan malam di sajikan pagelaran wayang kulit dengan Lakon *”Pandowo Syukur”* dibawakan oleh dalang Ki Anom Dwijo Kangko, S.Sn dari Karanganyar Solo dengan membawa bintang tamu Cak Percil cs.
“Pagelaran wayang kulit merupakan sebuah kesenian yang dapat dinikmati oleh semua umur. Tidak hanya sebagai sebuah kesenian semata, tetapi juga sebagai suatu hiburan juga Untuk nguri – uri budaya Adi luhung agar tidak punah,” Pungkasnya.
(Reporter: BANU ABILOWO)
