6, 2 Milyar , Bantuan Geratis Seragam Sekolah SD / SMP PPK Sebut Pembuat Baju Tungkal Tidak Sanggup Buat
Tanjabbarat.koranborgol.com-Bantuan Geratis program baju seragam untuk siswa ajaran baru tahun 2026 SD dan SMP se Kabupaten Tanjung Jabung Barat jadi pembicaraan publik
Pasalnya, Pihak dinas melaksanakan kontrak dengan perusahan PT Bima Sakti dari Solo untuk mengerjakan proyek pembuatan seragam sekolah SD dan SMP se Kabupaten Tanjung Jabung barat namun tidak melibat kan langsung pengrajin atau penjahit Daerah untuk menangani proyek baju seragam siswa/siswi SD dan SMP se Kabupaten Tanjung Jabung barat tersebut.
Hal ini menuai kontraversi di kalangan publik, hingga membuat salah satu aktivis pemerhati pendidikan Kamarudin angkat bicara,” Program baju geratis ini kan merupakan program prioritas visi dan misi bupati dan wakil bupati, maunya Proyek pembuatan seragam sekolah tersebut di serahkan ke rekan kontraktor daerah, tapi kenapa dari luar daerah apakah di Tanjabbarat ini tidak ada lagi penjahit pakaian,”ungkapnya.
Ditambahkan nya,” Program yang termasuk visi misi bupati dan wakil bupati ini kan melalui anggaran daerah, seharusnya kalau dari anggaran daerah mereka ada baik nya memperdayakan pengusaha lokal, untuk meningkatkan produk UMKM daerah” pungkasnya.
Taufan Penjabat pembuat komitmen (PPK) dinas Pendidikan saat di komfirmasi terkait kerja sama dengan pihak PT Bima sakti Solo dan kenapa tidak mengunakan Pengusaha dari wilayah daerah, mengungkapkan,” Pengusaha penjahit kita di sini siapa yang sanggup, tidak ada yang sanggup saya yang katakan,”terang nya.
Selain melakukan kontrak dengan perusahan pembuat baju seragam luar daerah, juga terdapat beberapa sekolah yang sudah tersalurkan seragam sekolahnya ada terdapat seragam yang ukuran nya kecil hingga tidak bisa di pakai anak sekolah.
“Untuk ukuran seragam yang diberikan, mereka hanya menerima usulan dan ukuran dari sekolah masing masing SD dan SMP se Kabupaten Tanjung Jabung Barat, bahkan banyak ditemukan baju yang ukuran nya kecil setelah diterima wali murid sehingga nya siswa tidak dapat menggunakan seragam yang merupakan pemberian dari Bupati Tanjab Barat tersebut,”Ungkap salah satu wali murid yang enggan di sebutkan namanya.
Menurut Taufan Sebagai PPK mengatakan, seragam yang kekecilan akan kita ganti,” bila ada dari sekolah seragam nya yang tidak sesuai atau kekecilan, akan kita ganti,” pungkasnya.
Dari sebelumnya program seragam Geratis telah disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, masyarakat berharap realisasi program dapat segera dilakukan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa dan orang tua, terutama keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi lemah, dan diharapkan mutu serta kualitas. seragam sangat baik*(Adi)*
