Tanjabbarat.koranborgol.com-Pengembangan unit usaha ternak ayam broiler oleh BUMDes Desa Kuala Dasal kec. Tungkal Ulu merupakan langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan desa. Langkah awalnya mencakup penyusunan proposal, penyiapan modal (misalnya Rp150 juta untuk kapasitas 6.000 ekor), pembangunan kandang, dan penerapan sistem kemitraan.Program ketahanan pangan nasional sebagaimana diatur dalam Kepmendesa No. 3 Tahun 2025 yang dikelola oleh Bumdes.
Bumdes Kuala Dasal Jadikan operasional kandang sebagai sarana membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, bahkan untuk sistem keuangan Gunakan aplikasi pencatatan keuangan resmi seperti PPAK BUM Desa versi 4.2 agar dana yang dikelola transparan dan akuntabel.
Unit usaha ini sangat relevan untuk dikembangkan karena mendukung program prioritas pemerintah seperti ketahanan pangan dan penyediaan pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keuntungan yang didapat akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).
Dalam Pengelolaan BUMDES Kepala Desa Kuala Dasal Tarmidi mengatakan. saat ini sedang melakukan perbaikan kandang yang atap nya bocor serta saat ini telah bermitra dengan salah satu perusahaan.”ini kita lagi service kandang dan alhamdulilah saat ini kita baru dapat PT yang bekerja sama dengan BUMDES kita,”jawabnya.
Tarmidi Berharap program BUMDES yang mana Dalam pemeliharaan ternak ayam boiler dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa Kuala Dasal, “kita Berharap ternak ayam boiler yang di kelola oleh BUMDes kita, bisa meningkatkan perekonomian desa Kuala Dasal dan mendukung program ketahanan pangan nasional serta ke depan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu bertujuan juga untuk pengendalian harga ayam pedaging atau broiler yang masuk dari luar daerah agar tidak melonjak.*(Adi)*
