KENDAL, koranborgol. com – Gedung DPRD Kabupaten Kendal menjadi saksi lahirnya sebuah wadah baru bagi aspirasi masyarakat. Forum Kendal Bersatu (FKB) yang resmi dideklarasikan pada hari ini, Jumat 6 Februari 2026, menghadirkan semangat sinergi lintas sektoral demi kemajuan daerah.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Kepala Dinas, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), insan pers/wartawan, hingga perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) se-Kabupaten Kendal.
Dalam sambutannya, Ketua Forum Kendal Bersatu, Sugiharto Haryono, menegaskan bahwa FKB dibentuk untuk menjadi payung besar bagi seluruh organisasi yang ada di Kendal. Ia menekankan sifat inklusifitas forum ini dalam merangkul semua pihak.
> “FKB tidak menutup diri; siapapun boleh bergabung demi kemajuan Kendal. Forum ini hadir agar kita bisa bersinergi dengan pemerintah, menjadi jembatan informasi, serta membantu menyampaikan keluhan warga yang mungkin selama ini belum terakomodasi oleh elemen manapun,” ujar Sugiharto.
Ia juga menggarisbawahi bahwa meski suhu wilayah dinamis, FKB menegaskan posisinya sebagai organisasi non-politik. Fokus utama mereka adalah konsolidasi internal serta membangun silaturahmi dengan dinas, partai politik, dan ormas untuk memastikan pembangunan Kendal berjalan di jalur yang tepat.
Langkah awal FKB ini mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten. Bupati Kendal secara terbuka “menantang” FKB untuk segera menyusun program kerja yang konkret. Menanggapi hal tersebut, FKB berencana melakukan rapat koordinasi dalam waktu dekat guna merapatkan barisan.
Pesan utama dari pihak eksekutif tetap selaras: mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Kendal agar tetap kondusif dan terus bertumbuh menjadi lebih baik.
FKB telah menyiapkan beberapa program prioritas, di antaranya:
* Keterbukaan Informasi Publik: Mendorong transparansi di berbagai lini.
* Kanal Keluhan Warga: Membuka ruang bagi masyarakat untuk mengadukan permasalahan yang dihadapi.
Selain program kerja, FKB juga memberikan perhatian pada isu hangat terkait oknum wartawan yang diduga melakukan tindakan tidak terpuji seperti pemerasan terhadap dinas-dinas.
Menanggapi hal ini, Sugiharto bersikap bijak.
“Kami akan duduk bersama dan mendiskusikan sejauh mana pelanggaran tersebut terjadi. FKB tidak dalam posisi menghakimi, karena rekan-rekan wartawan memiliki wadah profesi sendiri yang lebih berwenang. Namun, diskusi bersama penting untuk menjaga integritas profesi di Kendal,” pungkasnya.**isti
