Tawuran Antar Pelajar di Kendal, Merenggut Satu Nyawa

Kendal,Koranborgol.com – Seorang nyawa pelajar Kelurahan Patukangan Kabupaten Kendal melayang akibat sebatan senjata tajam (Sajam). Usai menjalani perawatan Rumah Sakit Islam (RSI) Kendal.

Dua antar kelompok Genk Kendal Mistik dan kelompok Moza Gringsing sepakat tawuran.

Kapolres Kendal AKBP Feria Kurniawan mengatakan dari kedua belah pihak antar kelompok sepakat melakukan aksi tawuran berlokasi dengan sebutan tanah abang. Tempat ini biasa dijadikan tempat tawuran terletak di daerah Pagerdawung Kecamatan Ringinarum.

Kejadian pukul 01.00 korban bersama saksi dan temannya mendapatkan pesan Whatsapp dari Aldo mengajak bergabung Moza ke lemah abang dengan Kendal mistik.

“Ayo gabung kelompok mozza ikut tawuran di tanah merah pinggir jalan raya pagerdawung Ringinarum,”kata Kapolres Kendal di dampingi Wakapolres dan Kasat Reskrim pada jumpa Pers Selasa (22/8/2023), di Polres Setempat.

Lanjut Kapolres. Farhan berboncengan dengan Novan menggunakan Yamaha Aerox. Alan berboncengan dengan Andri menggunakan Honda Vario hitam. Yamin berboncengan dengan temannya menggunkan Beat merah berangkat menuju ke lokasi tawuran dan bertemu Aldo.

Diki berboncengan Honda Beat hitam di Jembatan Sumberagung sekira pukul 01.30 WIB. Sesampainya Caruban kelompok korban Farhan bertemu kelompok mozza sejumlah kurang lebih 10 orang menuju tanah abang.

Dipertigaan palang pintu Kereta Api Desa curuban Ringinarum kelompok mozza bertemu kelompok korban Usma sebanyak 5 orang diminta bergabung kelompok mozza 20 orang menuju lokasi yang disepakti.

Setibanya dilokasi kelompok mozza 25 orang Nunggu dari kelompok Kendal mistik 10 menit.Karena Kelompok Kendal Mistik tak datang kemudian kelompok mozza berjalanan kearah timur.

Pukul 02.00 WIB kelompok mozza dari barat ke timur bertemu kelompok Kendal mistik 30 orang di jalan raya glagah Gemuh.

Di lokasi terjadi perkelahian massa antar dua kelompok mengunakan Sajam.
Kelompok mozza Korban Usma membawa pedang 1 meter. Korban Usma sebelum membonceng sepeda Motor sampai dilokasi turun berlari kearah timur menyerang Kendal mistik.

Korban Usma terkena sabetan parang dari kelompok kendal mistik. Korban berlari kearah barat dikejar kelompok kendal mistik. Korban Usma terkena Sajam hingga jatuh.

“Korban Farhan mencoba menolong korban Usma mengayunkan parang,”urai dia.

Rombongan Mozza panik memutar balik ke barat melarikan diri. Korban Farhan dan korban Usma ditinggal.

Farhan dan korban Usma dihampiri menggunakan 2 sepeda motor. Farhan naik sepeda motor dikendarai orang tidak diketahui.

Masih menurut Kapolres. Farhan membonceng dibelakang, kemudian melarikan diri, namun dikejar kelompok Kendal Mistik. Korban Farhan terkena sabetan parang celurit.

Jarak 5 meter saksi Aldo menghadang korban berpindah sepeda motor dikendarai tidak diketahui.

Farhan berpindah posisi Farhan tengah dan saksi Aldo belakang membonceng dibelakang Farhan.

Usma mendapat sabetan parang kemudian terjatuh. Saat berdiri korban Usma dijemput 1 orang temanya.

“Kini Polisi telah mengamankan seorang pelaku yang masih tergolong usia anak,”terangnya.

Menurutnya, selain saksi yang telah diamankan, Polisi juga mengamankan sebanyak kurang lebih 20 saksi yang terlibat dimintai keterangan.

“Pasal 76 C Junto Pasal 80 ayat 3 UU NO 35 2014 atas perlindungan Anak,”pungkas Kapolres Kendal AKBP Feria Kurniawan.

Dengan demikian, pelaku telah terancam 15 tahun penjara. Atas peristiwa tersebut, kini Polres Kendal serius melakukan penanganan tegas di wilyah hukum polres setempat.**RB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial