Demak,koranborgol.com- Warga Kalitengah Sebut Kompensasi PT Saprotan Utama Jauh dari tidak Layak karena kurang sesuai untuk ditrima.
Pada tanggal hari Selasa siang 5 Mei 2026 Keluhan warga Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak terkait dampak lingkungan PT Saprotan Utama semakin memuncak. Saat beberapa jurnalis yang meliputi dari media cetak maupun tv,radio,oline mewawancarai warga secara blak-blakan meluapkan kekecewaan mereka terhadap kompensasi yang diberikan oleh pihak perusahaan produsen pupuk tersebut Tampa keinginan warga untuk mendapat kompensasi yang layak.
Warga menegaskan bahwa kompensasi bulanan sebesar Rp50.000 dan 2 renteng susu sachet per rumah sama sekali tidak mampu mengganti kerugian kesehatan yang mereka alami setiap harinya tidak sesuai harapan warga.
Warga Keluhan Bau Zat Kimia dan Polusi Udara yang menganggu aktifitas warga lingkungan tinggal
Di hadapan para jurnalis yang meliput di lokasi, warga menunjukkan kondisi pemukiman mereka yang kerap terpapar polusi udara. Berdasarkan hasil wawancara media, masalah utama yang dirasakan warga meliputi:
Bau Asap Menyengat:
Warga mengaku harus menghirup bau tajam dari zat kimia bahan pupuk yang memicu mual, pusing, dan sesak napas.ini setiap hari tutur warga kepada Media Borgol.
Polusi udara Debu dan kepulan asap dari cerobong pabrik terus-menerus menyelimuti wilayah lingkunganya terdampak terdekat terutama radius 10 meter dari pabrik tersebut.
Kesehatan Keluarga Terancam,dampak polusi ini dirasakan paling berat oleh kelompok rentan seperti anak-anak dan orang lanjut usia sudah mulai terganggu kesehatannya.maka itu warga minta Tambahan Kompensasi yang Sesuai Dampak tersebut.
Dalam beberapa warga saat dimintai keterangan wawancara menyampaikan tuntutan tegas kepada manajemen PT Saprotan Utama. Mereka meminta perusahaan tidak menutup mata terhadap tambahan yang diterimakan justru tidak merugikan warga sekitar pada umumnya
Dengan kompensasi Uang dengan nilai Rp50.000 sangat tidak pas, dibading dengan risiko penyakit pernapasan yang mengintai warga setiap hari.
Tuntutan Kompensasi Berkelanjutan
Karena dampak polusi ini terjadi terus-menerus (berkelanjutan), warga menuntut adanya tambahan kompensasi yang layak dan jaminan kesehatan berkala harusnya perusahaan harus mengedepankan kepetingan warga bukan sebaliknya menghutung pada pabrik tersebut .
Perbaikan Sistem Produksi.
Warga juga mendesak pihak perusahaan untuk segera membenahi pengelolaan limbah udara agar bau zat kimia tidak lagi mencemari pemukiman,dari dinas lingkungan hidup Kabupaten Demak Jawa Tengah harus diteleha apa dampak yang harus dicermati kalau hal ini bisa menimbulkan kerugian pada warga setempat.
Warga berharap, melalui pemberitaan media massa pada hari Selasa ini, pihak manajemen PT Saprotan Utama serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak segera turun tangan untuk memediasi dan menyelesaikan konflik lingkungan yang sudah berlangsung lama ini.kalau hal ini dibiarkan akan menimbulkan kopling perkepajangan segera pemerintah Demak dapat memaklumi hal ini karena warga sebetulnya sudah bisa menerima apa keuntungan Pabrik dan bagaimana kerugian warga,(Redi H)
