GROBOGAN Koranborbol.com – Sampah merupakan masalah yang tiada pernah berhenti. Dimana-mana ditemukan sampah, baik sampah organik, unorganik ataupun sampah residu. Sampah memang akan selalu ada karena kehidupan manusia dan alam. Setiap hari selalu ada sampah.
Yang menjadi masalah adalah sampah tidak dibuang ditempatnya atau dikelola dengan baik misalnya dipilah, dioleh atau digunakan kembali. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah disembarang tempat masih rendah. Bahkan ditempat umum dimana ada bak sampah, tetapi masih saja banyak sampah berceceran dimana-mana.
Sebenarnya masalah sampah tidak hanya banyak terjadi perkotaan yang padat penduduknya tetapi didesa bahkan didaerah pelosok hutan juga tak luput dari sampah. Hal ini terjadi di temui oleh Awak Media Koranborgol.com di kawasan hutan terletak di RPH Bantengan dusun Sasak Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Walalupun tergolong didaerah pelosok, sampah masih tetap menjadi persoalan.
Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan ternyata masih lemah. Buktinya masih banyak warga membuang sampah secara sembarangan yakni membuang sampah di kawasan hutan. Kondisi ini terjadi di dusun Sasak Desa Penadaran/Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan,Pada hari Sabtu tanggal (06/06/2026).
Menurut Wakil Ketua DPP LSM GANI Jawa Tengah H Muhtarom ,S.Ag, sejatinya kawasan hutan harus steril dari sampah. Namun karena rendahnya kesadaran segelintir warga, mereka memanfaatkan kawasan hutan sebagai tempat membuang sampah.
Kata H Muhtarom, S.Ag khusus untuk RPH Bantengan BKPH Manggar KPH Semarang di dusun Sasak Desa Penadaran ada kawasan hutan dijadikan TPA dadakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Ditandaskan oleh H Muhtarom,S.Ag“Keberadaan sampah tersebut selain membuat kesan kumuh juga akan dapat merusak ekosistem hutan,” tegasnya,pada Awak Media Sabtu (06/06/2026).
Keberadaan sampah juga akan berdampak negatif terhadap pariwisata, sebab areal hutan kini dimanfaatkan untuk paket wisata Pemerintah Desa Penadaran.
Menurutnya sejauh ini belum ada tindakan, baik itu dari instansi terkait maupun aparat pemerintah desa terhadap warga yang membuang sampah di kawasan hutan.
“Seolah-olah ada pembiaran. Kalau ini tidak segera ditertibkan lambat laun kawasan hutan akan rusak,” Ungkapnya.
Terpisah kepala Desa Penadaran Sholehatu Ridlo, S.E,M.M., saat dikonfirmasi tidak menampik kalau ada beberapa titik di pinggiran hutan dijadikan tempat pembuangan sampah. Menyikapi masalah tersebut pihaknya akan turun memberikan edukasi ke masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan akan melihat langsung untuk pemeriksaan kondisi di lapangan.
“Kami nanti akan berkoordinasi dengan Perbekel dan Bendesa setempat untuk mengatasi masalah tersebut,”Kepala Desa Penadaran Sholehatu Ridlo S.E, M.M.,
Ketika di konfirmasi tentang sampah tersebut Mantri Hutan/ KRPH Bantengan Ahmad Muslih tidak bisa memberikan jawaban dan keterangan, karena perihal hal tersebut tidak ingin berbenturan dengan masyarakat sekitar.
Himbauan atau berupa benner larangan untuk tidak membuang sampah yang sudah di pasang pun di copot warga masyarakat.
(Reporter:BANU ABILOWO)
