Timbun 2000 liter BBM Bersubsidi Dua Orang Tersangka Diamankan SatPolres Tanjabbarat

Tanjab barat.koranbrgol.com – Polresta Tanjab Barat berhasil megamankan Dua (2) orang tersangka penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di Kota Kualatungkal.

Hal tersebut kembali diungkapkan oleh Kapolres Tanjabbar AKBP Padli, SH, SIK. MH saat menggelar Konferensi Pers terkait penyalahgunaan BBM jenis solar, di Halaman Mako Polres Tanjab Barat, Rabu (25/01/23).

Kapolres mengatakan, masalah ini berawal dari adanya keluhan para nelayan melaui program Jum’at curhat Polres Tanjab Barat bersama komunitas nelayan.

“Ketika itu, para nelayan menyampaikan secara langsung adanya kelangkaan dan kesulitan untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar di SPBN Parit Lima (V), Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar),” ujar Kapolres.

“Setelah mendapatkan keluhan para nelayan, kita langsung menurunkan tim untuk melakukan penyisiran, dan akhirnya 2 orang nelayan berhasil diringkus jajaran Sat Reskrim Polres Tanjab Barat melakukan penimbunan BBM bersubsidi jenis Solar,” ungkap Padli.

Dikatakan Kapolres juga bahwa kedua tersangka merupakan nelayan yang berinisial I dan AS, mereka memanfaatkan rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tanjabbar untuk membeli, kemudian ditimbun untuk diperjual belikan dengan harga yang lebih tinngi dari harga standar di SPBN.

“Dari tersangka I, kita melakukan pengembangan, dan ternyata tersangka I mendapatkan solar dari tersangka AS,” terangnya.

Padli juga menjelaskan, modus operasi pelaku adalah dengan memanfaatkan surat rekomendasi dari DKP Tanjabbar untuk nelayan ketika membeli Solar untuk kegiatan kesehariannya bekerja sebagai nelayan.

“Namun, tersangka AS membeli BBM solar tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya, Tapi diperjual belikan kembali dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi,” ungkap Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, saat ini para tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tanjab Barat.

“Barang bukti berupa BBM jenis solar sebanyak 2.000 liter telah kita amankan, baik yang berada dalam drum maupun didalam jerigen,” ucap Kapolres.

Kapolres menambahkan, akibat perlakuan kedua tersangka tersebut akan dikenakan dengan pasal 55 Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas.

“Dengan ancaman kurungan paling lama 6 tahun penjara dan denda sebedar Rp 60 miliar,”Tutup Kapolres. **(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial