Polda Jateng Tetapkan Satu Tersangka Dept Collector Pinjol ,Pemodal Masih Di Buru

image

Semarang.Koranborgol.Com.Polda Jateng menetapkan satu orang tersangka praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang meresahkan masyarakat yakni AK (26)warga Sragen Jawa Tengah.dalam praktiknya pelaku tak segan segan meneror korban dengan cara menyebarkan aib berbau konten pornografi.

"Baru satu orang kami tetapkan tersangka yakni jasa penagih (debt collector) pinjol ada unsur pemerasan. Sisanya Dirut AM, HRD-nya LI, dan karyawan masih diperiksa saksi untuk memperdalam penyelidikan,"kata  Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat gelar di Loby Mapolda Selasa (19/10/2021).

Di katakan Kapolda, dari pemeriksaan sementara tersangka melakukan penagihan dengan berusaha memeras nasabahnya dengan mengancam akan menyebarkan foto porno korban yang sebelumnya telah di edit.

AKA ditangkap pada Rabu (13/10/2021) pukul 01.00 WIB oleh Tim Subdit V/Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Jateng di sebuah rumah kos yang beralamat Jalan Dr Sutomo Bausasran, Danurejan, Yogyakarta.
“Kantor pinjol yang terletak di Jalan Kyai Mojo Tegalrejo, Yogyakarta sudah kita police line. Ada 300 komputer untuk melakukan penagihan. Sementara aduan kepada Polda Jateng ada 34. Artinya ada 34 pinjol ilegal yg sedang disidik,” 

“Akan kita ungkap dan sidik pinjol-pinjol lain yang ilegal. Meskipun (tempat kejadian perkara) TKP nya ada di Jogja,”tandas Kapolda.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora meambahkan,bahwa saat dilakukan penyelidikan sebetulnys ada tiga orang yang diamankan.Ketiga orang tersebut, masing-masing berperan sebagai Direktur Pinjol Bodong, Debcolektor, dan Human Resource Department (HRD). Namun, yang ditetapkan tersangkan saat ini masih satu orang yaitu debtcoletror sementara dua orang lainya masih dalam pemeriksaan.

“Pada bulan Oktober korban melapor. Kemudian kita lakukan penindakan ternyata perusahan tersebut ada di Jogja. Kemudian mengamankan tiga orang. Dari tiga yang diamankan kita tetapkan satu sebagai tersangka yaitu debttcolektor. Ini sebagai yang memberikan pemerasan dan teror,” imbuhnya.

Selanjutnya,Untuk jasa penagih, dan direktur pinjol terancam dijerat Pasal 45 dan Pasal 27 UU ITE dengan ancaman penjara 6 tahun denda Rp1 miliar,”pungkasnya.**Tom

Tue, 19 Oct 2021 @16:28