BUMD PT RME Belum Sedikitpun Mengecap Manisnya PI 10 Persen Dari Eksplorasi Gas Krikilan

image

Rembang,mediatajam.com  -Meski sudah berdiri sejak tahun 2017 lalu dan telah mendapat kucuran modal miliaran rupiah dariPemkab Rembang sejakmulai pertama berdiri.

Perusahaan Plat Merah

Milik Pemerintah Kabupaten Rembang PT Rembang Migas Energi (RME) belum bisa mengecap sedikitpun manisnya hasil Particitipating Interest (PI) 10 persen dari pengelolaan eksplorasi gasdi Desa Krikilan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang

 Belum terealisasinya Particitipating Interest 10 persen itu menurutDirektur PT. Rembang Migas Energi (RME ) Zainul Arifin karena penerimaan Particitipating Interest itu Kewenangan Gubernur Jawa Tengah. 

Direktur PT Rembang Migas Energi (RME) Zaenul Arifin menjelaskan operasionalPT Rembang Migas Energi memang sudah berjalan selama empat tahun, namun PI 10 persen akan diberikan ketika lokasi sumur gas tersebut sudah berproduksi.

"Sementara kami harus menyiapkan diri dulu, kesepakatan rapat terakhir bahwa sebagai penerimaPI 10 persen itu adalahPT Sipen Jawa Tengah Petro Energi, dengan pembagian 51 persen untuk Provinsi dan 49 persen untuk daerah," ungkapnya. 

Jadi, lanjut Zaenul nantinya pihak pusat menyerahkan ke PT Sipen Jateng Petro Energi bersama RME untuk membentuk BUMD khusus PI. 

"PI ini memang sifatnya mandatori dari kontraktor kontrak kerja sama ( K3S) memang ada kewajiban dari K3S yang harus menawarkan penyertaan saham sebesar 10 persen kepada daerah, dalam hal ini daerah diwakili oleh Gubernur sebagai koordinator," kata Zaenul 

Zaenul menambahkan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tahun 2021 ini siap untuk menyetorkan deviden.

Mengenai besaran dan mekanisme, pihaknya mengikuti sesuai aturan yang berlaku. 

"Yang jelas kami siap, ternyata didalam penyampaian deviden itu aturan tersendiri.

Jadi didalam UU PT bahwa sebelum kita mencantumkan deviden, kita harus menutup saldo negatif yang ada di akutansi keuangan terlebih dulu.

Bulan Agustus sampai Desember inilah yang akan menjadikan dasar perhitungan berapa deviden yang nantinya akan disetorkan," bebernya 

Sementara itu, Plt Asisten Setda II Fahrudin mengatakan Bupati Rembang telah menghendaki terkait rencana kegiatan tersebut. Selain itu, pihaknya juga mengoreksi beberapa usulan kegiatan yang akan berlangsung pada 2022 nantinya. 

"Jadi Bupati Rembang telah menghendaki rencana kegiatan tersebut.

Dengan catatan tidak terlalu banyak dan meminta untuk fokus pada beberapa kegiatan saja," terangnya. 

Fahrudin menambahkan terkait rencana deviden sudah ditargetkan oleh Bupati Rembang senilai Rp 2,5 miliar. Nantinya, perhitungan pendapatan perusahaan tahun 2021 akan disetor ditahun 2022. 

"Kami berharap segera ada realisasi oleh pihak pertamina perihal pembuatan sumur-sumur baru yang di prediksi masih banyak di Rembang ini, karena semua kewenangan ada pada pihak Pertamina," tandasnya

(Hasan M Yahya)

Thu, 26 Aug 2021 @18:04