Stok Vaksin Menipis, Pemkot Semarang Kurangi Vaksinasi Center

image

Semarang,koranborgol.com - Akibat stok logistis vaksin menipis  proses vaksinasi di Kota Semarang mengalami kendala . Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam , pihaknya sudah menutup beberapa tempat vaksinasi seperti Queens City, Unwahas, Unissula, Unnes dan Sam Poo Kong. Sedangkan untuk sentra vaksinasi di Holy Stadium hari ini terakhir melayani untuk dosis kedua saja.

Untuk vaksinasi dosis kedua (V2) masih bisa dilayani di beberapa Puskesmas, namun hanya sampai besok saja, Rabu kita sudah tidak ada stok lagi, kecuali kalau besok mendapat kiriman vaksin," terang Hakam, Selasa, (3/8).

Ia menyebut hingga hari ini ada stok 28.220 dosis, padahal jika di hitung kebutuhan vaksin dalam sehari sekitar 20.000 an dosis. Pihaknya menyampaikan dalam minggu ini saja masih ada 44.000 suntikan dosis kedua yang belum diberikan kepada masyarakat.

"Jadi kebutuhan kita di agustus di minggu pertama untuk V2 ada 41.481, minggu kedua ada 28.852, minggu ketiga ada 53.366, minggu keempat ada 18.422, total dengan Holy Stadium 227.431 dosis atau sekitar 21.000 vial yang kita butuhkan untuk V2 saja, belum melakukan V1,"ungkap Hakam.

Tentu, terlambatnya pasokan vaksin sangat disayangkan. Pasalnya saat ini masyarakat Kota Semarang tengah antusias untuk mendapatkan vaksin gratis dalam rangka upaya mengurangi angka kasus Covid-19. Hakam berharap dalam minggu ini akan turun lagi pasokan vaksin untuk Kota Semarang yang bisa memenuhi target suntikan V1 dan V2.

"Pak Menkes mengatakan kalau vaksin yang sudah turun ke Indonesia baru sekitar 21 juta padahal kebutuhannya sekitar 416 juta untuk dua dosis, bahkan saat ini semua daerah berteriak kehabisan vaksin untuk suntikan kedua," ungkapnya.

Hakam menjelaskan untuk jarak suntikan vaksin pertama dan kedua bisa sampai 56 hari, untuk jenis vaksin Sinovac. Sedangkan untuk vaksin Astrazeneca bisa mencapai 3 bulan antara vaksin pertama dan vaksin kedua. Dirinya menyebut jika vaksin dosis kedua disuntikkan melebihi dari batas waktu tersebut, maka efektivitasnya menjadi kurang bagus.

"Semoga saja stok vaksin segera turun kembali ke Semarang dan V2 ini bisa kembali dilanjutkan," pungkasnya.**Frin

Wed, 4 Aug 2021 @10:08