Polda Jateng Ungkap 3 Kasus Besar Selama Bulan Ramadhan

image

Semarang.Koranborgol.Com.Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng ungkap 3 kasus besar selama bulan Ramadhan diantaranya, kasus peredaran Rapid Antigen berbagai merk yang belum memiliki ijin edar, ungkap kasus penyalahgunaan gas LPG bersubsidi, dan ungkap kasus peredaran gula putih. 

Ungkap kasus tersebut di pinpin langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi,beserta  Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji, Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald.dan Kabid Humas Kombes Pol Iskandar F.Sutisna ,di Loby Ditreskrimsus Polda Jateng,Rabu (05/05/2021).

Kasus pertama petugas Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil amankan seorang karyawan PT. SSP berinisial SPM (34) denga ratusan barang bukti atusan box Rapid Antigen berbagai merek yang diduga tidak memiliki ijin edar.
Dari pengakuan pelaku, dalam 1 minggu pelaku dapat menjual 300 s/d 400 boks x 100.000,- = Rp 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) atau Rp 160.000.000,- (seratus enam puluh juta rupiah) setiap bulan dan jika ditotal selama 5 bulan jadi sebesar Rp 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah) pendapatan bersih. Untuk pendapatan kotor selama 5 (lima bulan) sebanyak Rp 2.800.000.000,- (dua milyar delapan ratus juta ribu rupiah). Dengan area pemasaran khususnya diwilayah Jawa Tengah.

"Sudah kita amankan 450 pack di TKP wilayah Genuk Semarang, jangan sampai dalam situasi covid-19 ini ada pihak-pihak yang mencari keuntungan,"ujar Kapolda.

Kasus Kedua petugas Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil meringkus NK (38) sang pemilik usaha  yang diduga telah mengalihkan / menyuntik gas LPG dari tabung gas LPG ukuran 3 kg bersubsidi ke tabung gas LPG 12 kg non subsidi menggunakan sambungan pipa kompresor dan es batu. Total tersangka berjumlah 7 orang yaitu SY (55), P (59), BW (32) W (47), J (40), ES (34) dan AS (38).
"Ini sudah berlangsung selama 4-8 bulan dengan TKP di Kudus, Surakarta, Klaten, dan Grobogan semuanya kita lakukan penegakan hukum," terang Luthfi.
"Tersangka menggunakan modus operandi yaitu dengan memindahkan gas LPG 3 Kg ke tabung gas LPG 12 Kg kemudian di jual kembali dengan harga normal rata rata Rp.150.000,"ungkap Kapolda.

Kasus Ketiga petugas Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil menganamnkan HTS (39) atas kasus pengoplasan / pencampuran Gula Kristal Rafinasi merek PT. Andalan Furnindo dan Gula Kristal Putih merek Radja Gula. persentase bahan yang dicampur 50 % Gula Kristal Rafinasi dan 50 % Gula Kristal Putih. Hasil pencampuran gula tersebut dikemas kembali menjadi Gula Kristal Putih Merek Radja Gula dan Matahari Merah Selanjutnya Gula hasil pencampuran tersebut dipasarkan dibeberapa wilayah Jawa Tengah.

Dari keterangan tersangka  kepada  wartawan,dia mendapat Keuntungan Rp. 300 Per Kg Keuntungan setiap kegiatan pencampuran sekitar Rp. 6.000.000. (Enam Juta Rupiah) dan Kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar 1 tahun lamanya. Setiap bulan tersangka melakukan pengoplosan sekitar 4-6 kali tiap bulan.
"Tersangka kita amankan di TKP Ajibarang Banyumas, dalam satu bulan itu tersangka meng-oplos 4  (empat) kali dengan 1 (satu) kali oplos bisa mencapai 20 ton," ungkap Luthfi.

Kapolda Jateng menambahkan, pengungkapan ini sebagai perlindungan konsumen dan merk di wilyah Jawa Tengah agar masyarakat tidak dimanfaatkan untuk mencari keuntungan oleh para pelaku kejahatan. 
"Kami menghimbau kepada masyatakat jangan tergiur pembelian gula dengan harga yang murah ,dan Jangan mengkonsumsi gula oplosan tersebut yang berdampak pada kesehatan,imbuh Kapolda.**Tomo

Wed, 5 May 2021 @18:47


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar