BNN Gelar Asistensi Penyusunan Jabatan Fungsional ASN

image

Jakarta.Joranborgol.Com.Profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan profesi yang berlandaskan atas kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. Profesionalisme menjadi landasan penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN. Salah satu instrumen penting dalam membentuk profesionalisme ASN adalah Jabatan Fungsional. Pengembangan dan pembentukan Jabatan Fungsional baru sudah menjadi kebijakan Pemerintah untuk  meningkatkan profesionalisme, kinerja dan karier ASN. 

Jabatan struktural pemerintahan akan mulai disederhanakan menjadi 2 level untuk mewujudkan birokrasi yang dinamis, lincah, dan profesional dalam upaya meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja Pemerintah kepada publik. Keputusan ini seiring dengan terbitnya Surat Edaran Menteri PANRB (SE) Nomor 393/2019 tentang Langkah Strategis dan Konkret Penyederhanaan Birokrasi yang telah ditandatangani pada tanggal 13 November 2019. 

Oleh karena itu, Direktorat Kerja Sama BNN mengadakan kegiatan asistensi penyusunan jabatan fungsional pada Direktorat Kerja Sama, Rabu (30/12). 

Kegiatan yang diadakan di Garut ini mengundang Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Didit Kurniawan, S.Kom dan Kabid Formasi dan Seleksi Lembaga Adminitrasi Negara Eddi Wibowo, S.IP, M.Si. untuk memberikan penjelasan tentang jabatan fungsional. 

Pengalihan struktur kepada fungsi dan peran dalam jabatan fungsional. mengkoordinasikan tugas dan fungsi pada bidang atau unit kerja peran dapat berganti sesuai dengan kebutuhan penilaian kinerja. 

“Pelaksanaan tugas berdasarkan capaian angka kredit sebagai kinerja yang harus dipenuhi untuk kenaikan jabatan atau pangkat”ungkap Eddi Wibowo.

Selain mengundang pihak kementerian dan lembaga pembina lain, acara ini juga mengundang Analis Kepegawaian Ahli Muda BNN, Dwi Nurmawaty, S.H. Dalam paparannya, Dwi menjelaskan tentang pengembangan karier jabatan administrasi ke jabatan fungsional pasca penyetaraan jabatan. 

Dalam acara yang diikuti oleh seluruh pegawai Direktorat Kerja Sama ini, Dwi juga menjelaskan tentang simulasi angka kredit. 

"Kita harus memastikan bahwa yang dikerjakan oleh jabatan fungsional terkait dari sasaran dari satker masing - masing" tutur Dwi. 

Dwi juga menyatakan kesanggupannya untuk membantu proses penyusunan dan pengusulan jabatan fungsional pada Direktorat Kerja Sama. (HTP)**M.Firman/Hms

Thu, 31 Dec 2020 @07:59