Rakernis Dengan Awak Media , Bawaslu Kendal Sampaikan Ini

image

Kendal,koranborgol.com  - Dalam Pilkada 9 Desember 2020, beberapa hari lalu, sebanyak 28 pengawas pilkada Kendal terkomfirmasi positif covid -19. Akan tetapi belum sampai menimbulkan klaster baru.

 Hal tersebut karena diketahui positif covid, langsung dilaksanakan pergantian antar waktu dan tidak melakukan kegiatan dalam pengawasan.

“Kita sudah melakukan rapid tes sebanyak 2.593 pengawas hingga tingkat desa. dari hasil rapid sejumah 163 orang yang diketahui reaktif sehingga dilakukan swab PCR.

Hasilnya ada 28 orang yang positif covid namun dari kami langsung  kita ganti,” kata Ketua Bawaslu Odillia Amy Wardani saat rapat bersama media di Tirto Arum pada Rabu (23/12/2020).

 Dikatakan, pengawas yang diketahui positif tersebut tidak melakukan pengawasan dan digantikan petugas dari desa guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

 “Alhamdulillah dengan demikian tidak ada klaster baru dalam pelaksananan Pilkada mulai tahapan pertama hingga rekapitulasi,” imbuhnya.

 Dikatakan Pilkada Kendal  belum selesai, masih ada tahapan dan menunggu apakah masih ada gugatan hasil pilkada.

 Sementara itu Divisi Hukum, Humas dan Data Informasi , Arief  Musthofifin menerangkan, sampai rabu (23/12/)  belum ada pasangan calon bupati dan wakil bupati Kendal yang melakukan pendaftaran ke Mahkamah Konsitusi (MK) terkait sengketa gugatan hasil Pilkada. 

“Batas akhir pendaftaran gugatan sengketa Pilkada adalah  H+5 dari rekapitulasi di KPU. sampai hari ini belum ada pasangan calon di Kendal mendaftarkan sengketa Pilkada. Namun demikian masih belum selesai tahapan Pilkada sampai ada penetapan hasil pilkada,” jelasnya.

 Sementara itu, Achmad Ghozali, divisi pengawasan mengatakan indeks kerawanan pemilu di Kendal beda dengan kabupaten lain, karena masuk teratas di Jawa Tengah.

”Bulan Februari hingga Juni Kabupaten Kendal masuk peringkat pertama di Jawa Tengah dan nomor 14 se Indonesia. Di bulan September peringkat turun di nomor 2 karena indikasi mobilisasi ASN tidak terbukti,” katanya.

 Namun dibulan November kerawanan Pilkada Kendal naik peringkat keempat di Indonesia karena ada mobilisasi masa pelaksanaan dalam pencoblosan.**Robison

Thu, 24 Dec 2020 @10:35