Kepala BNN Resmikan Ruang Sekretariat (TAT)

image

Jakarta.Koranborgol.Com.Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Drs. Heru Winarko, S.H. meresmikan ruang sekretariat  Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang berada di Gedung Arya Wirya Lantai II, Direktorat Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti BNN RI, Cawang, Jakarta Timur,Senin (21/12. 

Dalam peresmian ini, Kepala BNN mengungkapkan, TAT ini bukan hanya bermuara untuk rehabilitasi, tapi untuk mengidentifikasi sumber jaringan dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. 

Kepada para undangan yang hadir  dalam peresmian ini, Kepala BNN mengatakan bahwa tugas yang dilakukan oleh TAT merupakan ibadah. Terkait dengan tugas yang diemban oleh TAT, maka Kepala BNN meminta agar tim tersebut dapat memilah betul mana yang harusnya direhabilitasi dan mana yang pantas dipenjarakan. Diharapkan, agar orang yang murni penyalah guna narkoba tidak dijebloskan ke penjara, karena dampaknya fatal, masa depan seseorang akan hilang jika tidak ditangani secara proporsional. 
Karena itulah, ia berpesan agar petugas di lapangan memiliki empati, sehingga penyalah guna narkoba bisa sehat kembali melalui rehabilitasi. 

“Pekerjaan ini tidak ada undang-undang yang menyuruh, karena itulah hati nurani ada di sini, mumpung kita diberikan amanah, mari kita laksanakan,” pesan Kepala BNN RI Komjen  Heru Winarko  usai meresmikan ruang TAT. 

Kepala BNN berpesan agar kegiatan di ruang TAT ini bukan hanya dalam tataran operasional semata, akan tetapi juga diharapkan dapat menyediakan database TAT yang ada di seluruh Indonesia. Ia meminta Ketua TAT Pusat agar berkoordinasi dengan Puslitdatin agar hal di atas dapat dilaksanakan dengan baik. 

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya Kejaksaan RI, Darmawel Aswar, S.H.,M.H. menyatakan apresiasinya atas peresmian ruang sekretariat ini yang ia nilai nyaman. Menurutnya, ruang yang bagus dan nyaman dinilai dapat membuat pemikiran juga semakin baik. 

Di hadapan Kepala BNN, ia mengatakan bahwa TAT adalah rumah dari rehabilitasi proses hukum. Ketika terjadi penangkapan, maka penyidik tinggal menyerahkan saja kepada TAT. 

“Biarkan TAT yang bekerja, jangan biarkan kita memberikan tafsiran di ranah kita,” kata Darmawel. 

 Banyak dinamika yang terjadi di lapangan, seperti, ada tersangka yang ditest urine negatif, tapi ada barang bukti dengan jumlah tertentu. Untuk hal seperti ini, anggota TAT dari tim medis pasti memiliki keahliannya sehingga dapat menggali, apakah memang orang tersebut murni penyalah guna narkoba atau bukan. 

Sebelum kegiatan peresmian ini dilakukan, Direktur Wastahti, Drs. Setija Junianta, S.H.,M.Hum yang juga menjabat Ketua TAT Pusat menggelar diskusi tentang evaluasi TAT bersama dengan perwakilan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Dit Narkoba Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Republik Indonesia.**M.Firman

Tue, 22 Dec 2020 @06:31