Bea Cukai Semarang Musnahkan Rokok Ilegal Hasil Penindakan

image

Semarang, koranborgol.com – Bea Cukai Semarang melaksanakan kegiatan pemusnahan barang berupa Barang Milik Negara (BMN) eks Penindakan Kepabeanan dan Cukai yang telah mendapatkan persetujuan pemusnahan dari Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Semarang, yang akan dilakukan di KPPBC TMP A Semarang.

Menurut Sucipto Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, barang-barang itu merupakan hasil penindakan disejumlah daerah. "Yang kita bakar pagi ini, hasil Tembakau (Rokok) jenis Sigaret Kretek Mesin berbagai macam merek 570.101 Batang, Hasil Tembakau (Rokok) jenis Sigaret Kretek Tangan berbagai macam merek 132 Batang," terang Sucipto usai pemusnahan BMN secara simbolis di area Kantor Bea Cukai Kamis pagi (17/12/20).

Ditambahkannya, pemusnahan BMN tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.04/2011 tentang Penyelesaian Terhadap Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang yang Dikuasai Negara, dan Barang yang Menjadi Milik Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 240/PMK.04/2012 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Milik Negara yang Berasal dari Aset Eks Kepabeanan dan Cukai.

"BMN dan barang bukti pelanggaran yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan ini merupakan hasil penegakan hukum di bidang cukai berupa penindakan rokok ilegal oleh Bea Cukai Semarang periode bulan Mei 2019 s.d. bulan Juni 2020 dengan jumlah penindakan sebanyak 14 (empat belas) kali,"tambanya.

BMN dan barang bukti pelanggaran tersebut merupakan hasil dari penindakan yang dilakukan terhadap pemeriksaan sarana pengangkut yang melintas di wilayah pengawasan Bea Cukai Semarang, disamping kegiatan operasi pasar yang dilakukan bersama petugas Satpol PP.

Akibat perbuatan yang melanggar hukum itu, kerugian negara di bidang cukai dari rokok ilegal tersebut mencapai Rp. 216.826.240,00 (dua ratus enam belas juta delapan ratus dua puluh enam ribu dua ratus empat puluh rupiah).

Pada tahun 2020, Bea Cukai Semarang telah melakukan penyidikan terhadap 4 (empat) kali penindakan dengan tersangka sebanyak 6 (enam) orang dan barang bukti sebanyak 2.174.400 (dua juta seratus tujuh puluh empat ribu empat ratus) batang rokok ilegal (rokok tidak dilekati pita cukai dan dilekati pita cukai palsu).

Potensi kerugian negara di bidang cukai dari rokok ilegal tersebut sejumlah Rp. 988.524.000 (sembilan ratus delapan puluh delapan juta lima ratus dua puluh empat ribu rupiah).

"Kesimpulannya, bahwa selain sebagai jalur distribusi (karena barang berasal dari luar wilayah pengawasan Bea Cukai Semarang), di wilayah pengawasan Bea Cukai Semarang sendiri masih terdapat tempat pemasaran rokok ilegal," tandanya.

Rangkaian proses penindakan sampai dengan proses penanganan barang BMN serta barang bukti pelanggaran ini merupakan kerja nyata dan sinergi yang baik antara DJBC, DJKN, POLRI, TNI, Kejaksaan dan Satpol PP dalam upaya penegakan hukum dibidang cukai terutama pemberantasan rokok ilegal dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dan industri dalam negeri serta mengamankan hak-hak keuangan negara.

"Dengan pemusnahan ini diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam pemberantasan rokok ilegal sesuai slogan “GEMPUR ROKOK ILEGAL", pungkas Sucipto.**ibnu

Thu, 17 Dec 2020 @13:47