Setelah Insiden Jatuhnya Helikopter Di KIK, Latihan TNI Kesiapan Dan Kesigapan

image

Kendal, Koranborgol.com -- Bencana yang terjadi tiba-tiba dibutuhkan kesiapan dan kesigapan anggota TNI khususnya Kodim 0715 Kendal untuk melakukan tanggap bencana dengan cepat dan tepat. 
Kesiapan komunikasi hubungan komandan dan staf dalam merencanakan kegiatan, khususnya didalam situasi bencana harus ditingkatkan.

"Latihan gladi posko penaggulangan bencana alam ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Yakni untuk melatih kesiapan staf untuk merencanakan bila menghadapi situasi bencana alam. kesiapan itu seperti bagaimana perencanaan posko, perlengkapan, dan koordinasi dengan satuan-satuan yang ada di Kendal. Sifat gladi posko ini sifatnya simulasi," kata Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Ginda Muhammad Ginanjar, di sela-sela giat gladi posko di Makodim, Rabu (10/06/2020).


Latihan gladi posko diikuti oleh anggota Kodim 0715 Kendal mulai dari Komandan Kodim, Kasdim, seluruh perwira staf dan anggotanya. Untuk simulasi Gladi Posko ini, mengacu kepada kondisi- kondisi peristiwa yang sudah terjadi atau yang biasanya terjadi yang ada di Kabupaten Kendal.

"Misal ancaman yang terjadi di Kabupaten Kendal ini adalah banjir. Banjir ini kami simulasikan termasuk longsor dan angin ribut yang ada di wilayah atas," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Operasional (Kasiops) Korem 073/Makutarama Mayor Inf Hermawan Adi Nugroho mengatakan, materi yang diberikan pada latihan ini tentang prosedur hubungan komando dan staf, serta penanggulangan bencana alam banjir.

"Dalam materi ini sudah ditentukan melalui komando atas melalui direksi dan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing- masing," katanya.

Dia menyatakan, Kendal masuk wilayah pantai dan kemungkinan terjadi banjir sangat besar, dan dari pengalaman- pengalaman sebelumnya pernah terjadi bencana alam banjir./"Maka dalam gladi posko ini disesuaikan dengan kondisi wilayah yang ada," terangnya.

Ditambahkan, bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, tentunya sangat berpengaruh dengan pelaksanaan gladi posko  ini. Meski demikian, pihaknya tetap melaksanakan, namun tidak meninggalkan protokol kesehatan di ruang publik.

“Adapun tentang hand sanitizer, cuci tangan, sosial distancing dan personal distancing tetap kami terapkan, untuk mencegah penularan covid-19,"(son).

Wed, 10 Jun 2020 @21:37
Tags: kendal