Pencuri Spesialis Pecah Kaca Mobil, Di Ringkus Polres Kendal

image

Kendal, Koranborgol.com  -- Polres Kendal mengelar konfrensi Pres, kasus  pencuri spesialis pecah kaca mobil yang beraksi di Pegandon be berapa waktu lalu.

Para pelaku menggondol  uang dana BOS sebesar Rp150 juta,  yang baru saja diambil dari Bank Jateng oleh korban. Kawanan ini hanya butuh waktu lima detik untuk memecah kaca mobil dan mengambil uang yang disimpan di dalam dashboard mobil tersebut.

Ketiganya digelandang  petugas untuk menjalani pemeriksaan. mereka masing-masing Komarudin (34) alias Kama, warga Manokwari Papua Barat, Marco Yan Pongoh(30) warga Makasar Sulawesi Selatan dan Ranto(25) warga Mandonga Kota Kendari Sulawesi Tenggara.

Dalam aksinya kawanan ini berbagi tugas, ada yang mengawasi di dalam bank untuk mencari korban. ada yang bertugas membuntuti korban hingga mengeksekusi.

"Pelaku sempat berpindah -pindah, memqntau bank di Kota Kendal untuk mencari sasaran dan pada Senin 2 Maret 2020, pelaku Ranto yang berpura-pura menunggu antrean mengawasi korbannya di Bank Jateng,” papar  Kapolres Kendal AKBP Ali Warda Kamis (05/03/20) di Mapolres.

Setelah dapat sasaran , pelaku Ranto memberitahu rekan pelaku lainnya yang menunggu di luar Bank Jateng, ciri-ciri korban dan mobil yang digunakannya. 

Korban dibuntuti sampai berhenti di pinggir jalan Desa Gubungsari Kecamatan Pegandon untuk takziah. Kesempatan ini digunakan tersangka untuk mencongkel dan memecah kaca depan mobil Mitsubhisi Mirage bernomor polisi H 9072 KM  dengan kunci letter T,” jelas kapolres.

"Kawanan ini adalah mencari korban di bank yang ada di Kendal, setelah mengetahui korban mengambil uang dalam jumlah besar lalu dibuntuti dan memecah kaca mobil saat berhenti di pinggir jalan,"tambahnya.

ku cukup lihai karena hanya butuh waktu lima detik untuk mencongkel dan memecah kaca serta mengambil uang sebesar  Rp150 juta. 

Para tersangka berpura-pura berkaca dan melihat lokasi penyimpanan uang baru kemudian melakukan aksinya. Setelah berhasil menggondol uang yang merupakan uang dana BOS SMP Negeri 1 Gemuh,  tersangka kabur ke arah Semarang,” kata Ali Wardana.

Pelaku Kamarudin mengatakan, ia bertugas mengeksekusi setelah mendapat informasi dari temannya yang mengawasi di dalam Bank Jateng. 

Pada saat itu mobil korban berhenti di pinggir jalan dan saya mencongkel  memecah kaca untuk mengambil uang di dalam mobil. Hanya butuh lima detik untuk mencongkel memecah kaca lalu mengambil uang yang dibungkus plastik,” katanya.

Ketiga tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas petugas saat dilakukan penangkapan di daerah Wanareja Cilacap Jawa Tengah. Penangkapan tersangka kawanan pecah kaca mobil ini melibatkan gabungan tim Jatanras Polda Jateng dan Polres Banyumas.

Polisi mengamankan uang sisa hasil pencurian juga barang yang dibeli dari uang curian serta plat nomor sepeda motor palsu yang digunakan tersangka.

Polisi juga mengamankan kunci letter T yang digunakan untuk mencongkel, serta dua sepeda motor Honda Vario. Pelaku  bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancaman maksimal tujuh tahun kurungan (Son)

Thu, 5 Mar 2020 @21:31