Dihipnotis Motor Bocah SMP Ini Dibawa Kabur

image

REMBANG,KORANBORGOL.COM - Seorang pelajar kelas 9 SMP melapor ke Polres Rembang usai menjadi korban aksi kejahatan hingga satu unit sepeda motor dan telepon genggam miliknya berhasil dibawa kabur pelaku.

Aksi yang diduga menggunakan cara hipnotis ( gendam ) , dilakukan pelaku pada Senin (2/3) sekitar pukul 12.40 WIB di depan studio Radio CBFM milik Pemkab Rembang, sebelah timur Alun-alun.

Korban yakni Adt (14), menuturkan, sepulang dari sekolah dirinya nongkrong bersama satu orang temannya. Kemudian dihampiri oleh pelaku seorang pemuda berumur sekitar 25 tahun, mengenakan sweater berwarna ungu bergaris. Saat itu pelaku yang mengaku santri Pesantren di Kudus, bermaksud meminjam korek api.

Kemudian Pelaku juga meminta menjualkan ponselnya seharga Rp 500 ribu dengan iming-iming komisi sebesar Rp 200 ribu.

“Bilangnya tadi dia meminta Rp. 300 ribu untuk hpnya, lalu minta tolong saya untuk menjualkan hpnya Rp. 500 ribu yang Rp. 200 ribu istilahnya buat saya untuk jajan,” kata Aditya.

Korban pun mengatakan jika ada seorang temannya yang kebetulan juga sedang mencari Hp. Pelaku kemudian meminta untuk diantarkan menggunakan kendaraan korban. Namun pelaku meminta teman korban untuk menemani menunjukan calon pembelinya.
“Saya dilarang ikut, malah teman saya yang disuruh untuk ikut, akhirnya saya iyakan saja menggunakan motor saya,” terang dia.

Tidak hanya itu, pelaku pun meminjam Hp korban dengan dalih mengunakannya untuk memfoto bukti transaksinya dengan pembeli.
Korban pun secara tidak sadar menyerahkan Hp miliknya begitu saja. “Anehnya saya bilang iya-iya saja saat diminta Hp saya,” bebernya.

Setelah itu, pelaku membawa motor dan Hp korban ditemani salah satu teman korban untuk ditunjukan lokasi pembeli. Namun tidak ada transaksi yang terjadi malah teman korban diturunkan di depan rumah kosong tidak jauh dari lokasi korban nongkrong. “Teman saya diturunkan di depan rumah kosong terus kunci kendaraan teman saya juga diminta waktu disana,” jelasnya.

Hingga sore kemarin, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak Kepolisian Resor Rembang.(san)

Tue, 3 Mar 2020 @09:57