BNNP Jateng Ungkap TPPU Jaringan Sancai

image

Semarang.Koranborgol.Com-Tim Bidang Pemberantasan Narkotika BNN Provinsi Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU)dari hasil Tindak pidana Narkoba atas nama tersangka Mochamad Iqbal (28) alias Juanda Bintoro Sibuea.Ia di tangkap di wilayah Perum Enhaka Gadog  Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol.Dr.Benny Gunawan SH,MH mengatakan,Tersangka Mochammad Iqbal ditangkap lantaran terlibat dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus Narkotika yang melibatkan jaringan Jaya Kusuma alias Sancai.Benny mengaku, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menangkap pelaku.

"Kasus tersebut sejatinya sudah lama pada awal tahun 2017 namun tidak berhenti di situ kita tetap mencari sampai ke akar-akarnya.Kemudian baru tahun ini kita dapat mengungkap kasus ini dengan menyita asset dari para tersangka ini ."kata Benny saat gelar kasus di kantor BNNP Jateng, Jl. Madukoro Semarang, Senin (10/2/2020).

Menurut Benny,kasus ini tergolong modus baru,pelaku telah memalsukan identitas dengan nama Juanda Bintaro Sibuea sebagai warga Surabaya.

"Namun setelah kita telusuri dari awal TPPU yang melibatkan jaringan Sancai itu ternyata nama Juanda ini bukan yang sebenarnya alias memakai nama orang lain,”ungkapnya.

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, pihaknya mencurigai adanya aliran dana dari rekening Dandy Kokasih yang telah ditangkap sebelumnya menuju ke rekening Juanda Bintaro dan Mochamad Iqbal.

Kecurigaannya tak lepas karena kedua nama terakhir yang disebutkan merupakan orang yang sama.Saat hendak mengungkap kasus ini, pihaknya sempat terkendala karena sebuah bank swasta yang tak kooperatif yang terlalu lama memberikan data dan informasi transaksi keuangan jaringan narkotika tersebut.

"Kendalanya ya itu tadi seperti yang saya sampaikan ada beberapa Bank yang bisa memberikan akses cepat namun ada beberapa bank juga yang tidak bisa respon karena dengan alasan-alasan tertentu harus kepusatlah,dan sebagainya. sementara kita perlu kecepatan karena dengan tidak cepat ini ahirnya kita kesulitan untuk menahan seseorang ,ketika seseorang ini kita persangkakan namun tidak dengan data yang akurat bisa kita lepas karena dari keterlambatan data yang kita terima tadi."bebernya

"Oleh karena itu saya berharap tolonglah ini kita ada satu sinergi yang baik di antara kita dengan yang lain,"tandas benny.

Adapun  aset yang berhasil di sita BNNP Jateng yaitu berupa sebuah rumah dan sertifikat senilai Rp400 juta dan satu unit mobil Daihatsu Ayla warna putih dengan No PoL D-1609-UY yang diangsur secara autodebet  dari penampungan hasil penjualan Narkotika.

Hingga kini pelaku masih menjalani pemeriksaan di kantor BNNP Jateng untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun Penjara .**Tomo

Mon, 10 Feb 2020 @19:14