Dua Residivis Curanmor Dibekuk Tim Satreskrim Polres Rembang

image

REMBANG.koranborgol.com - Jajaran Satreskrim Polres Rembang berhasill membekuk dua orang residivis curanmor . Kedua pelaku itu masing - masing berinisial WY (22 ) dan IK (24) .

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto menyebut kedua pelaku ditangkap usai membobol sebuah warung kelontong yang ada di wilayah Kecamatan Sluke, Rembang. Saat ditangkap kemudian dikembangkan, kedua pelaku juga melakukan tindak curanmor.

"Awalnya kasus kejadian pencurian gas elpiji yaitu tempatnya di wilayah Kecamatan Sluke, awalnya seperti itu. Kemudian kita kembangkan, melakukan pencurian ada 8 TKP kasus curanmor yang mereka lakukan selama ini di Rembang," jelas Dolly kepada awak media saat konferensi pers di Mapolres Rembang pada Selasa (4/2).

Kapolres menyatakan, kedua pelaku diduga tergabung dalam sindikat profesional. Ia pun menargetkan dapat segera melakukan pengembangan baik dari jumlah TKP dan barang bukti hasil curian, hingga penangkapan para pelaku lainnya yang ditengarai masih ada yang terlibat.

"Kebetulan dari 8 TKP ada 8 kendaraan yang kami amankan. Ini semuanya berhasil kami ungkap. Kami upayakan tetap akan ada pengembangan baik itu tersangka lain, TKP pencurian dan barang buktinya," paparnya.

"Mereka menyasar kendaraan yang ada di halaman rumah. Jam operasionalnya rata-rata jam 10 malam, di wilayah perkampungan, pinggir jalan begitu. 

 Kemudian kendaraan dijual dengan harga murah yang jelas, kami amankan (barang bukti) ini sudah berpindah tangah beberapa kali," imbuhnya. Saat dicecar pertanyaan petugas, terungkap salah satu pelaku, yakni WY merupakan residivis.

Baginya, pencurian sepeda motor merupakan pekerjaan sampingan, selain menjadi kuli bangunan. "Saya kerjaan kuli bangunan, dulu pernah ditahan juga kasus penggelapan di Pati. Pakai kunci T ini paling lama 5 detik saja buat bawa motor," kata WY. 

Kedua pelaku kini telah diamankan di Mapolres Rembang guna penyidikan lebih lanjut. Keduanya diancam dengan pasal 363 KUH Pidana dengan hukuman 7 tahun.(san)

Tue, 4 Feb 2020 @19:25