Jajaran Reskrim Polres Kendal, Membekuk Pencurian Di PT. TLN

image

Kendal, Koranborgol.com - Satreskrim Polres Kendal bersama Unit Reskrim Polsek Boja berhasil mengungkap kasus pencurian di Kantor Depo PT. Trisumber Lintas Nusantara (TLN) Boja Kabupaten Kendal. 

Tersangka yang terdiri dari 4 orang pun berhasil diamankan petugas, yakni ES, DSA, R dan S.

Dari empat tersangka, dua tersangka adalah karyawan PT. TLN, yaitu ES dan DSA karyawan bagian driver dan helper (Kernet), sedangkan S adalah mantan penjaga malam Kantor PT. TLN yang sudah keluar sejak April 2019.

Kapolres Kendal, AKBP Ali Wardana mengatakan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan Welly selaku Regional Sales Manager Area Jawa Tengah (Jateng) PT. TLN ke Polsek Boja.

Welly melaporkan kasus tersebut berdasarkan hasil audit Kantor Pusat PT. TLN Bandung yang dilakukan pada November 2019, bahwa di Kantor Depo PT. TLN Boja terdapat selisih kekurangan stok barang sekitar 19.000 karton minuman teh kemasan cup 160 mililiter merk Teh Eco dengan tafsir kerugian sekitar Rp. 350 juta.

"Saudara Welly sebenarnya sudah melakukan interogasi kepada semua karyawan, namun belum berhasil menemukan tersangkanya. Kemudian pada 6 Januari 2020 Welly melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Boja," kata Kapolres Ali Wardana saat gelar perkara di Mapolres Kendal, Jateng, Rabu (29/1/2020).

Dikatakannya, setelah dilakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap para tersangka, bahwa pencurian dilakukan pada malam hari pada saat kantor dalam kondisi sepi dan tidak ada penjaga malam, dengan cara naik ke atap kantor dan masuk ke dalam kantor melalui jendela ruang lantai atas yang tidak dikunci.

Kemudian membuka gudang dari dalam. Setelah itu keempat tersangka bersama-sama mengambil barang dan diangkut menggunakan mobil yang sudah disiapkan di depan gudang, kemudian tersangka S menutup kembali pintu dari dalam dan keluar melalui tempat yang semula digunakan untuk masuk.

Pencurian ini dilakukan secara berulang-ulang sejak September sampai November 2019 yang dilakukan dua sampai tiga kali dalam satu minggu. “Tiap kali pengambilan barang berkisar antara 200 sampai 600 karton berisi 24 cup minuman,” jelasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 ke 4e, ke 5e KUHP junto pasal 64 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan yang dilakukan secara berlanjut dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

Salah seorang tersangka, ES mengaku, barang tersebut dijual murah seharga Rp. 12.000,- padahal harga aslinya Rp. 16.200,- per dus/karton. Uang hasil penjualan barang tersebut digunakan untuk membayar hutang dan kebutuhan makan-makan. “Saya menyesal melakukan perbuatan ini,” ucapnya. (Son)

Thu, 30 Jan 2020 @14:06