Ketua DPRD Jateng : Paradigma Baru Kita Sudah Sesuai Undang-Undang

image

Semarang,koranborgol.com - Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengatakan,  paradigma baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)di era sekarang ini sudah mengacu pada undang undang No 23 dimana di sebutkan Peran DPRD merupakan bagian dari Pemerintah daerah ,sehingga seluruh kebijagan harus di komunikasikan dengan DPRD.

“Maka kalau DPRD nya dalam rangka komunikasinya buruk yang terjadi Masyarakatlah yang di rugikan karena apa, sebagai anggota kalau di katakan paradikma baru untuk menjadi moderen pasti kita harus tertipkan dulu anggotanya.DPRD itu tertipnya tidak bisa dengan kata-kata namun harus di komunikasikan dalam suatu keputusan yaitu melalui tata tertib.”kata Bambang dalam Prime Topik Radio MNC Trijaya FM dengan tema’Paradikma Baru DPRD Jawa Tengah’di The Wujil Resort Kab.Semarang Selasa (28/1/2020).

Di jelaskan Bambang, di dalam susunan tata tertib juga harus di lihat dari banyak aspek apakah itu menguatkan DPRD atau malah melemahkan peran DPRD .

Untuk itu kemarin sudah kami sampaikan bahwa tata tertib sudah mulai berubah .semua rapat-rapat baik rapat komisi,rapat banggar maupun rapat paripurna itu selalu terekam dan di publikasikan karena masyarakat harus tau ABPD itu isinya apa. Karena kami ini sebagai mitra kerja maka besok kalau anggaran itu sudah di sahkan oleh gubernur maka minta itu di tayangkan karena sebetulnya APBD itu semu harus tau uang 28 Triliun lebih itu untuk apa saja ,apakah hanya untuk gaji pegawai,apakah hanya untuk aggota DPRD,dan apa hanya untuk hura-hura.”beber Bambang.

“Porovinsi ini kalau bicara wilayah ya tidak punya wilayah, yang punya kabupaten/kota sehingga kalau tata tertipnya itu sudah mulai di sepakati dan mulai di laksanakan era sekarang memang beda,”tukasnya.

Sementara itu,Plt Sekda Prov Jateng Herru Setiadhie menilai, bahwa DPRD dengan Pemprov Jateng ini merupakan Wujud satu kemitraan yang sangat obyektif dan profosional hal itu ia katakan berdasarkan tiga parameter pertama ialah Dialogis.

“Jadi pertama kali pimpinan di lantik beliau memberikan dialogis Internal maupun ekternal jadi semua aggota maaf ini pinjam kata pak ketua tadi ,istilahnya di paksa untuk belajar, RPJMD nya apa prioritasnya Jawa tengah itu apa .intinya kita bedah APBD bersama jadi mana yang perlu kita benahi kita benahi bersama.

Dan yang ke dua adalah transparansi,lanjut Herru,semua harus di buka .semua harus terbuka karena sekarang ini ibaratnya hidup maupun bekerja seperti ikan dalam aquarium ,kata dia jika mau nutupi di tutupi pakai apa. semua terbuka trasparansi, regulasi di pedomani suptansi di fahami sehingga implementasinya rakyatpun bisa menilai sendiri

“Dan yang ketiga adalah responsif, seperti yang di lakukan DPRD ini pak ketua mengajak anggotanya mengajak dari unsur pimpinan ketu Fraksi maupun komisi kalau ada apa- apa coba bukan hanya untuk di diskusikan di internal saja akantetapi responsif itu bagaimana mencari informasi kekinian dan informasi pembanding dengan harapan dalam era serba moderen ini yang serba cepat,pingin tepat,dan pingin akurat kita sebagai pelayan masyarakat ya harus menyesuaikan “,pungkasnya.**Tomo/Frin

Wed, 29 Jan 2020 @07:25
Tags: wujil