Workshop Pemetaan isu Disabilitas Kabupaten Maros

image

MAROS - KORANBORGOL.COM - Keterbatasan dan hambatan serta perlakuan yang belum maksimal dari pemerintah kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Maros belum maksimal sehingga himpunan wanita disabilitas Indonesia dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, ( AMAN) mengadakan workshop dengan beberapa stakeholder yang terkait.

Hadir dari Aman Sul-sel, direktur Yasmin, Maria HWDI Sul-sel,Dewi indriyani Aman Maros, ranting HWDI Maros,kepala bidang bina desa,kepala puskesmas bantimurung kepala desa jenetaesa,BPD, TKSK,pendamping lokal desa,tokoh adat,dan teman-teman dari media, pada hari sabtu 18/01/20 Pada kesempatan ini SYAMSUL IDRUS, S.STP, MM selaku Kabid bina desa kabupaten Maros Sul-sel mengapresiasi kegiatan ini dan akan menyampaikan kepada semua kepala  desa yang totalnya 80 desa yang ada di kabupaten Maros.

Ini untuk memasukkan program- program di RKPDES atau RPJMDES yang dapat menyentuh Penyandang disabilitas dan menjadi prioritas walaupun sekala penganggarannya kecil,ucap Syamsul. Ditempat yang sama kepala desa jenetaesa,abd Latif, sangat mengharapkan semua kepala desa di kabupaten maros memperhatikan pnyandang disabilitas.

"Seperti apa yang saya lakukan,yakni respon cepat terhadap penyandang disabilitas,dari layanan,akses,dan mengikutkan setiap kegiatan2 didesa,bahkan satu satunya kepala desa mengadakan musrembang khusus disabilitas dikab Maros,", ucap Abd Latif.

Dan dari pihak puskesmas akan terus bersinergi dngn berbagai pihak untuk kemudian kesehatan penyandang disabilitas dapat terpenuhi secara maksimal, dan tolong informasi dari kawan-kawan pendamping jika ada masyrakat yang belum terlayani dalam kegiatan ini agar di tada baik-baik.

"Karena ini adalah kegiatan yang kedua kalinya diadakan di hotel grand town kabupaten maros pada tanggal 18 Januari 20, yang secara langsung menghadirkan pemangku  pengambil kebijakan baik di level desa,kecamatan maupun kabupaten, "Ucap Muh.Salman, ** Rudy Dg Ruma

Sun, 19 Jan 2020 @09:34