DPRD Jateng Sebut Nyawanya Jawa Tengah Masih Di BPPD Dan Bank Jateng

image

Semarang.Koranborgol.Com-Anggota Komisi C DPRD Jateng Hendri Wicaksono menilai,Terkait capaian dan target  di Badan Pengelola Pendapatan Daerah ( BPPD)Jateng menunjukan perkembanganya  semakin lama semakin bagus dan semakin meningkat bahkan Ia menyebut pendapatan wajib pajak yang di kelola BPPD saat ini  menjadi tulang punggung dan nyawanya Jawa Tengah .

"Sebagai Komisi C secara umum kami melihat bahwa apa yang di kelola BPPD ini menunjukan ada peningkatan dalam hal mengelola pendapatan Daerah dan tetap menjadi tulang punggung kita,nyawanya Jawa Tengah ada di BPPD ini dan yang kedua adalah Bank Jateng."kata Hendri saat menjadi nara sumber dalam acara prime topik MNC Trijaya FM dengan tema' Menggali dan Meningkatkan PAD’di Hotel Quest Semarang Kamis (28/11/2019).

Menurut Hendri, ada sejumlah sektor yang bisa digali untuk meningkatkan PAD Jateng. Sektor lain yang bisa digarap antara lain, perikanan dan peternakan,dan juga sektor migas.

"Yang lainya saya kira ini masih menjadi PR kita bersama secara umum sebetulnya bagus tetapi kita butuh peningkatan tambahan pendapatan dari BUMD yang lain. intinya adalah nyawa kita di BPPD dan Bank Jateng ini tetap,akantetapi penguatan di sektor lain juga terus kita dorong  supaya semakin meningkat lagi ."tambahnya.

Sementara itu,Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Jateng Tavip Supriyanto mengatakan,hingga  saat ini pihaknya terus melakukan sejumlah upaya persuasif, untuk mendorong masyarakat membayar pajak. Bahkan, kemudahan membayar pajak kendaraan juga sudah disebar hingga 212 titik layanan di seluruh provinsi Jawa Tengah.

"Ada beberapa alasan orang menunggak membayar pajak. Misalnya lupa, atau tidak mempunyai uang"jelasnya.

Untuk itu tambah Tavip,pihaknya mencoba menggandeng BUMDes maupun BPR/BKK untuk membuka kredit talangan pembayaran pajak kendaraan. Sehingga, yang tidak mempunyai uang akan dibantu melalui model dana talangan dan sistemnya mengangsur.

“Upaya yang kita lakukan sudah jelas. Jadi, kami melakukan sosialisasi melalui medsos dan dengan PKK serta organisasi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan kepada masyarakat. Upaya-upaya lainnya supaya wajib pajak yang nunggak ini bisa membayar,"ujarnya 

Di jelaskanya,Tunggakam pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah hingga Oktober 2019 tercatat sebesar Rp362,28 miliar, sedangkan sejak 2013-2018 totalnya mencapai Rp2,3 triliun. Sehingga, sejumlah upaya terus dilakukan untuk mengurangi tunggakan dan meningkatkan kepatuhan masyarakat membayar dalam membayar pajak."pungkasnya.**Tom

Thu, 28 Nov 2019 @21:30