Penanganan Pencemaran Lingkungan,DPRD Jateng Sebut Perhatian Pemprov Minim

image

Semarang.Koranborgol.com-Terkait masalah pencemaran lingkungan yang ada di wilayah Jawa Tengah, harus mendapat perhatian serius. terutama, pencemaran yang terjadi di badan sungai karena permasalahannya  sangat  kompleks.

Begitu di katakan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso saat menjadi pembicara dalam diskusi Prime Topik  “Membangun Berwawasan Lingkungan” yang di siarkan Radio MNC Trijaya FM di Hotel Gets, Senin (25/11/2019).

Di katakan Hadi, permasalahan pencemaran lingkungan jika ditangani secara sektoral akan memberikan porsi yang sedikit terhadap Pemprov Jateng. Sebab, ruang lingkupnya memang tidaklah  luas .

"Berbicara soal lingkungan itu juga berbicara tentang ekosistem dan ekologi yang sambung menyambung dari pemerintah pusat sampai ke kabupaten/kota.selama ini perhatian pemprov terhadap lingkungan hidup itu minim, Hal itu tercermin dari turunnya anggaran untuk sektor lingkungan hidup, dan menjadi perdebatan saat penetapan APBD 2020."jelasnya.

Bahkan Hadi menyebut, pemprov Jateng seperti mengejar layangan putus dalam hal urusan pengelolaan atau permasalahan lingkungan hidup.(LH).

“Memang, saat ini problem yang terjadi adalah aspek koordinasi pengelolaan  masih menjadi yang utama.Karena kata dia  penempatan industri yang ada di kawasan Bengawan Solo itu sebagian besar berdekatan dengan Sungai-sungai,”beber Hadi.

Sementara itu,Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Jateng Arief Djatmiko mengatakan,Bahwa dalam perencanaan pembangunan dikenal adanya istilah THIS.yaitu Tematik, Holistik, Integratif dan Sparsial.

Menurutnya, pembangunan memang akan menimbulkan dampak yang terjadi. Namun, bukan berarti tidak bisa diantisipasi sebelumnya.

"Sebenarnya gini,untuk kawasan industri itu pemprov sudah menetapkan beberapa kawasan industri prioritas. Sesuai dengan RTRW yang sudah direvisi, yang tadinya Perda Nomor 6/2010 sekarang menjadi Perda Nomor 16/2019. Dalam perda itu, sudah ditetapkan ada beberapa pengembangan kawasan industri,”ucapnya.

Pemprov hingga saat ini tambah Arief  terus berkomitmen untuk mengatasi persoalan pencemaran lingkungan yang berdampak serius pada kehidupan masyarakat Jawa Tengah.**Uut

Mon, 25 Nov 2019 @22:30