Masyarakat Poncorejo Menyerbu Kantor Pemerintahan Desa

image

Kendal, Koranborgol.com - Sejumlah kurang lebih ratuasan Warga melakukan unjuk rasa  akibat ketidak puasan pelaksanaan Dana Desa ( DD ) rabat beton jalan dan rumah tidak layak huni (RTLH) penyampaian pendapat itu di  Balai Desa Poncorejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Jawa Tengah Senin (25/11/2019).

Pada  aturanya, pembangunan rabat beton sebelum dimulai sudah di pasang resplang ataupapan nama yang isinya rancangan angaran total biaya dan keterangan dengan jelas. namun kenyatanya, pembangunan tanpa ada papan nama yang jelas.

DD itu kucuran dari pemerintah pusat, secara resmi masuk ke Pemerintah Kabupaten setelah itu masuk kerekening bendahara Desa, dalam informasi dari masyarakat untuk rabat Beton jalan Desa.  


"Baru dibangun 3 bulan sudah pecah-pecah patah silakan bisa dilihat kondisi dilapangan, ada apa ini baru dibangun kok pecah," terang Sucipto selaku korlab yang mewakili aspirasi masyarakat.

Masyarakat yang menyampaikan aspirasinya mengharap bangunan jalan tersebut,yang pecah maupun, yang rusak untuk diperbaiki kembali. Setelah kedua belah pihak kata sepakat, akirnya Pemdes dengan pihak Redmi akan memperbaiki rabat Beton yang rusak dan pecah dalam waktu 3 hari.

Di tempat yang sama Sucipto menanyakan RTLH yang jumblahnya ada 15 dari APBD. Penerima  10 juta informasi yang berkembang dari masyarakat, 10 juta di sosialisasikan pendamping dari Kecamatan, pihak penerima mendapat 8juta, 2juta untuk atministrasi pajak PH PPN.

"8 juta ditrima pihak penerima dengan iklas, gak ada masalah artinya yang merima oke sudah paham, namun kenyataanya pihak penerima menerima terakir sebanyak 3 juta/4 juta itu material dan tenaga. Kami baca aturan Perbub itu, bentuknya material melainkan bukan berupa uang tunai,"sebut Cipto.

Padahal masyarakat sudah cerdas, tau, material 1 bak berapa, batu bata 500 biji berapa harganya, harga semen berapa setelah dihitung atau ditotal kisaran 4 juta. Yang 8 juta disosialisasikan kemana dan yang lainya. 

"Sebab penerima sifatnya hanya menerima saja.Dengan adanya kami bersama masyarakat menyampaikan ketidak puasan sekarang ini agar kedepan pihak PemDes  tidak mengulangi lagi kedepanya," pungkas cipto selaku wakil masyarakat .**(R/son)

Mon, 25 Nov 2019 @15:39