Bea Cukai Kanwil Jateng Gagalkan Peredaran 2,6 Juta Batang Rokok Ilegal

image

Semarang,koranborgol.com - Bea Cukai Kanwil Jawa Tengah DIY berhasil menggagalkan upaya peredaran rokok illegal di dua lokasi dan dalam dua hari berturut-turut sejak Kamis 21 November hingga Jumat 22 November 2019.

Ini kerjasama dengan KPPBC Semarang yang dibackup TNI dalam hal ini Pomdam IV Diponegoro dan dengan dukungan dari Pemprov Jawa Tengah total rokok yang disita sebanyak 2.624.000 batang dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp1.876.160.000, dan dengan potensi kerugian negara sebesar Rp1.238.698.560. 

Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto mengatakan, upaya ini menjadi bukti pemberantasan rokok ilegal akan lebih masif guna memberikan efek jera kepada para pelaku.

"Meskipun saya baru saja dilantik menjadi Kakanwil DJBC Jateng DIY yang baru namun saya tidak akan santai-santai terutama dalam upaya pemberantasan rokok iegal ini.Operasi Gempur Rokok Ilegal ini dilaksanakan di seluruh Indonesia, dan khusus untuk wilayah Jateng dan DIY saya perintahkan kepada seluruh jajaran agar melakukan upaya pemberantasan lebih masif dan memberikan efek jera kepada para pelaku," terangnya, Minggu (24/11/2019).

Tri meminta dukungan dari seluruh pihak baik Pemda, Aparat Penegak Hukum, Instansi lain dan masyarakat guna memberantas peredaran rokok ilegal.

"Rokok illegal ini sungguh merugikan Negara dan masyarakat ini. Saya terus mengajak para pelaku untuk kembali ke jalan yang benar. Masa ikut menikmati pembangunan seperti jalan, jembatan, mungkin juga anak atau kerabatnya menikmati pendidikan gratis dari SD hingga SMP, menikmati BBM/BBG/Listrik bersubsidi, bahkan mungkin juga menikmati BPJS tapi tidak mau membayar Cukai/Pajaknya?. 

Legal itu mudah, kami siap membantu secara gratis tanpa biaya apapun," tambahnya. Sementara Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Gatot Sugeng Wibowo menjelaskan pendakan kali ini berawal dari informasi masyarakat akan keberadaan kendaraan dari Jepara yang membawa rokok diduga illegal dengan tujuan Pulau Sumatera.

"Waktunya yang tidak jelas. Informasi Intelijen internal juga bersesuaian. Hal-hal tersebut kami analisis dan kembangkan. Kami segera membentuk tim gabungan dengan KPPBC Semarang yang di backup Pomdam IV Diponegoro Semarang. Setiap pergerakan terus dipantau petugas. Hingga pada akhirnya petugas berhasil melakukan penindakan,"tegasnya. M

Menurutnya, penindakan pertama dilakulan terhadap Truk Mitsubishi Colt Diesel pada 21 November 2019, pukul 7.30 WIB di Pintu Masuk Tol Muktiharjo, Sawah Besar, Gayamsari, Kota Semarang. "Barang Hasil Penindakan (BHP) yang pertama 208.000 batang Rokok Jenis SKM merk “MAXX ONE”; 576.000 batang Rokok Jenis SKM merk “L.4 BOLD”; Modusnya Dilekati “Jempel” yaitu kertas biasa (fotokopi) yang diperlakukan seolah-olah sebagai pita cukai," ungkapnya.

Sementara penindakan ke 2 merupakan hasil pengembangan dari Penindakan pertama, petugas berhasil melakukan Penindakan ke-2 secara dramatis dan pelaku sempat melajukan kendaraannya hingga masuk Tol. "

Dilakukan Penindakan thd Truk Merk Isuzu Diesel pada 22 November 2019 di Jalan Tol Tg. Emas - Gayamsari, Tlogosari Kulon, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, dg BHP 1.840.000 batang Rokok jenis SKM Merk “LUFFMAN CLASSICS MILD BOLD”, modusnya Rokok polos / tanpa dilekati pita cukai," bebernya.

Gatot menambahkan turut diamankan ZAS dan AJP sebagai Sopir Truk. "Saat ini masih dilakukan penelitian mendalam guna mengetahui pemilik rokok sebenarnya. Operasi ini menggunakan dana hibah Pajak Rokok dari Pemprov Jateng.

Kami akan terus melakukan penindakan terhadap rokok illegal," tungkasnya. Dari data yang ada, dalam periode Januari hingga 24 November 2019 ini tercatat Bea Cukai di wilayah Jateng DIY sudah berhasil mengamankan rokok illegal sebanyak 58.771.327 batang, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp41.564.303.405, dan dengan potensi kerugian negara sebesar Rp27.617.949.873.**RED

Mon, 25 Nov 2019 @05:56