Pengentasan Kemiskinan Di Jawa Tengah Belum Siknifikan

image

Semarang.Koranborgol.Com-Wakil Ketua DPRD Prov Jateng Abdulkarding Alkatiri menyebutkan,Bahwa wilayah yang di katagorikan penduduknya miskin atau Wilayah Merah'di Jawa Tengah ini ada penurunan dari jumlah 15 Wilayah merah sekarang ada14 wilayah.

"Saya koreksi wilayah merah itu ada 14 bukan 15 lagi ya,ukuranya adalah dari tingkat kemiskinan di Jawa Tengah ini trenya menurun .jadi dari 15 merah itu yang satu sekarang sudah menjadi kuning dari warna merah ke kuning kalau sudah warna hijau berarti sudah tidak miskin lagi"kata Abdulkarding dalam Prime topik yang di siarkan Radio MNC trijaya FM dengan tema'Strategi Pengentasan Kemiskinan Di Jawa Tengah'di Hotel Normans Semarang Rabu (13/11/2019).

Untuk itu Menurut Karding, di perlukan adanya trobosan -trobosan dari pemerintah ,dari jumlah angka kemiskinan saat ini tercatat 3,79 juta di bandingkan dengan bulan september lalu di angka 3,87 Juta artinya sudah ada pengurangan kemiskinan akantetapi tidak boleh puas dulu.

"Jadi ini masih perlu adanya trobosan -trobosan dari pemprov Jawa Tengah kaitanya dengan tingginya pengangguran dan lapangan pekerjaan .selain itu juga harus lebih jeli lagi terkait memetakan kretereia miskin ini karena banyak faktor ."Jelasnya.

Untuk menanggulangi hal tersebut  tambah Karding, juga harus ada sinergitas antara provinsi Kabupaten /kota dan yang tidak kalah pentingnya adalah dari pihak swasta seperti CSR misalnya itupun perlu pendataan yang jelas perusahaan-perusahaan besar swasta sudah ada berapa warga yang di terima bekerja di situ jangan jangan lebih banyak yang di terima pekerja asing jadi data itu mesti jelas.

"Saya dengar program dari Gunernur Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah  (RPJMD) nya itu ada tapi perdanya belum ada. nah itu makanya kita perlu  buat lagi perdanya untuk mencapai target-target  pengurangan atau pengentasan kemiskinan baik terkait lapangan pekejaaan maupun pendidikan ."ungkapnya.

Senada dengan apa yang di sampaikan Abdul Karding Alsatiri,kabid pemerintahan dan sosial budaya Bappeda Prov Jateng  Edy wahyono membenarkan bahwa saat ini ada tren penurunan kemiskinan  di Jawa Tengah namun belum siknifikan.

"Jadi per Maret 2019 kemiskinan di Jateng berada diangka 10,80 persen. Namun untuk masalah kinerja, Jateng termasuk relatif bagus dibandingkan Provinsi lain.

Menurutnya, di Jateng jumlah penduduk miskin yang berhasil dientas menempati nomor 2 dari seluruh Indonesia. “Kita hanya kalah dari Jatim saja,” tandasnya.

“Namun dari sisi presentasenya, kita menempati nomor 3. Kita kalah dari Jatim dan Papua, karena Papua jumlah penduduknya kan kecil sebenarnya,” ungkapnya

“Problemnya, karena memang penduduk kita banyak, dari 10,80 persen ada 3,7 penduduk Jateng yang masih hidup dibawah garis kemiskinan."uranya.

Sementara itu,Dr.Hardiwinoto Dekan Vakultas Ekonomi Unimus.mengatakan Bahwa dari pengamatanya terkait daerah merah mulai dari Wonosobo,Purbalingga kemudian sampai Klaten dari data terahir a da 11,persen dari jumlah penduduk  di bawah garis kemiskinan.

"Hal itu membuktikan bahwa setelah saya teliti daerah merah yang berada di garis kemiskinan adalah daerah - daerah pertanian,kehutanan dan sebagian masyarakatnya itu masih menjadi perambah hutan jadi istilahnya itu ada masyarakat penghasilanya itu bener bener hanya tergantung dengan alam ada yang penghasilanya  itu dari mengambil daun jati di jual.Selain itu ada 17 persen dari penduduk itu masih berada di garis kemiskinan  yaitu, Cilacap,Bayumas,purbalingga,Banjarnegara,Kebumen,Purworejo,Wonosobo ini daerah yang masih merah banget ."tuturnya.

"Kemudian yang merah ke kuning kuningan itu termasukKaranganyar,Sragen,Rembang,Pati,kemudi n Brebes .Hal itu yang kami maksut daerah -daerah pertanian ,kenapa ko berada di bawah garis kemiskinan padahal itu kantong-kantong penduduk masih di pedesaan karena sumber penghasilan itu tergantung dengan alam maka harus ada trikmen oleh Pemerintah bagaimana mengungkit sumber penghasilan di desa untuk supaya meningkatkan tarap hidup ."pungkasnya.**Tom

Wed, 13 Nov 2019 @19:44