Dianggap Bela HTI,Prof Suteki Bersama 21 Kuasa Hukum Gugat Rektor Ke PTUN

image

Semarang,Koranborgol.Com - Buntut dari kesediaannya menjadi saksi ahli dalam persidangan gugatan Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dan Juducial Review di Mahkamah Konstitusi pada Oktober 2017, Rektor Universitas Diponegoro Prof Yos Johan Utama memberhentikan Prof Suteki dari jabatan Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum dan Ketua Senat Fakultas Hukum pada 28 November 2018.

Guru Besar yang mengajar ilmu hukum dan pancasila selama 24 tahun tersebut merasa dirugikan atas hak jabatan, dan nama baiknya sebagai penerus Yayasan institute Satjipto Fondation yang dicopot jabatannya karena dianggap melanggar disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.

Dirinya menggugat Rektor Universitas Diponegoro atas pemberhentiannya melalui surat keputusan nomor : 586/UN7.P/KP/2018 tentang pemberhentian dua jabatan penting dan beberapa jabatan lain di luar kampus.

21 kuasa hukum melalui kantor hukum "Dr Achmad Arifullah, SH MH & Patners"telah resmi mengajukan gugatan sengketa atas terbitnya surat keputusan itu di Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang. Kepaniteraan pun menerima pendaftaran dengan nomor register perkara: 61/G/2019/PTUNSMG tertanggal 20 Agustus 2019.

"Klien kami dicopot dari jabatannya tanpa ada proses mekanisme yang diatur sesuai kode etik atau proses klarifikasi melalui sidang disiplin ASN, maupun Senat Universitas, melainkan langsung memberhentikan klien kami tanpa ada pemeriksaan langsung terhadap klien kami," ujar Ketua Advokasi Prof Suteki, Dr Achmad Arifullah beserta Muhammad Dasuki di PTUN Semarang,dalam Siaran Pers nya yang di terima Redaksi Koranborgol.Com Rabu (21/08/2019).

Di katakanya, kehadiran Penggugat sebagai saksi ahli dalam persidangan judicial review pada bulan Oktober 2017 dan 01 Februari 2018 lalu dianggap sebagai pelanggaran berat, karena mengganggu  kedaulatan NKRI yang tidak sesuai dengan keahliannya sebagai dosen pancasila. Padahal, dirinya memberikan keterangan sebagai ahli  sesuai dengan keilmuannya. namun hal itu dinilai melanggar Pasal 3 angka 3 PP Nomor 53 Tahun 2010 oleh Rektor UNDIP. 

Menurutnya, bahwa keahliannya memberikan di bidang ilmu hukum dan dosen Pancasila karena pendidikan dan pengalamannya sesuai pengetahuan mendalam yang berkaitan dengan permohonan saat itu merupakan bersifat ilmiah, teknis atau pendapat khusus tentang suatu alat bukti untuk pemeriksaan.Keterangan ahli  menurut Pasal 102 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 adalah pendapat orang yang diberikan di bawah sumpah dalam persidangan tentang hal yang ia ketahui menurut pengalaman dan pengetahuannya.

Hal itu tidak dibenarkan pihaknya, jika tuduhan terhadap kliennya yang diduga berafiliasi pada HTI dan anti Pancasila, serta dituduh melanggar Pasal 10 angka 1 jo Pasal 3 angka 3 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Sehubungan kehadiran kliennya, lanjut Dasuki, sebagai  ahli dalam kedua proses persidangan sebagaimana dimaksud pada angka 7 dan angka 8.

"Silahkan Rektor UNDIP pun diminta membuktikan bentuk pengkhianatan atau pemberontakan apa yang telah dilakukan terhadap kliennya. Jangan tiba-tiba mengeluarkan surat keputusan tanpa pemeriksaan sesuai aturan," beber dia. 


Tak hanya itu, Rektor UNDIP pula mengeluarkan surat pemberhentian kepada Suteki dan menyampaikan surat pemberhentikan sebagai dosen kepada Gubernur AKPOL Semarang dengan nomor: 4977/UN6.P/KP/2018 tentang penggantian tenaga pengajar Undip di AKPOL.

Ia menjelaskan keterlibatan kliennya sebagai ahli dalam rangka melaksanakan tugas fungsinya selaku Aparatur Sipil Negara sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yaitu tugas dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas dan mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelayanan publik yang dilakukan Penggugat dalam kapasitasnya sebagai Akademisi/Guru Besar Ilmu Hukum, khususnya di bidang Hukum dan Masyarakat.**Tim

Sat, 24 Aug 2019 @17:33