Kasus Perampokan Di Rembang, Polisi Sebut CCTV Swalayan Alfamart Mati

image

REMBANG,KORANBORGOL.COM - Aparat Kepolisian Polres Rembang mengungkapkan CCTV dalam kasus perampokan di toko swalayan Alfamart di Pantura turut Desa Gegunung Wetan Kecamatan Rembang, Selasa (29/7/2019) dinihari tidak aktif .

Hanya, saja pihak kepolisian belum , menyimpulkan apakah tidak aktifnya CCTV yang ada di depan toko itu lantaran rusak atau memang tidak dihidupkan.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Sugito menutarakan jika saat ini pihaknya tengah mengamankan CCTV dan beberapa barang bukti lainnya.

“Ada CCTV dan beberapa alat komunikasi kasir, jejak-jejak dari insiden itu kita amankan di inafis dahulu,”kata dia.

Kemudian, ia juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian perampokan itu, CCTV yang ada di depan toko tersebut masih aktif.

“CCTV pada saat kejadian tidak aktif. Namun menurut keterangan beberapa petugas kemarin hidup tapi saat kejadian mati,”ungkap Bambang.

Sementara itu, untuk pendalaman lebih lanjut pihaknya juga mendalami rekaman CCTV di bagian gudang. Mengingat, hanya CCTV yang bagian  belakang tersebut aktif saat kejadian.

“Saat itu, Gudang saja yang hidup (CCTV)nya. Dan itu gudangnya di bagian belakang,”paparnya.

Selain CCTV yang memang menjadi kendala dalam pendalaman kasus tersebut, polisi juga mengatakan jika jejak sidik jari pun ikut rusak.

“Jejak ada beberapa sidik jari. Tapi sudah rusak. Dan saat ini kami masih konformasi data, kemudian perbanyak saksi kita tambah, kami menggunakan inafis dan lainnya,”urainya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai pelaku yang diduga menggunakan mirip senjata api, ia menyatakan bahwa pelaku yang berjumlah sekitar 3 orang dengan menggunakan penutup wajah tersebut dugaan sementara menggunakan airshoft gun yang mana bisa dinilai mirip senjata api atau pistol.

“Itu bukan senjata api. Tapi kemungkinan airsoft gun kayak senjata mainan gitu,”pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi perampokan itu terjadi saat toko dijaga oleh tiga orang karyawan. Saat itu juga tiba- tiba datang para pelaku sekitaran 3 orang dengan mengenakan penutup wajah dan kepala untuk mengelabuhi penjaga.

Penutup wajah yang digunakan yakni helm ada pula yang mengenakan masker dan topi. Begitu masuk salah satu  pelaku langsung menembak rak berisi rokok yang  ada di belakang meja kasir dengan benda berupa mirip pistol.

Spontan ,tiga  orang karyawan yang saat itu posisinya berada di belakang meja kasir ketakutan dan menuruti semua  perintah para pelaku untuk mengambilkan barang-barang yang diminta pelaku.(san)

Tue, 30 Jul 2019 @21:52