KSBSI Tolak Isi Revisi Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

image

Semarang.Koranborgol.Com. Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menyatakan menolak isi revisi Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.yang selama ini di nilai sangat merugikan kaum buruh.


"Sebagai bentuk penolakan,Pada tanggal 30 Juli 2019 nanti kami akan melakukan aksi di Istana ."kata Toto Susilo dari DPP Garteks dan sebagai Ketua Konsolidasi di sela-sela kegiatan silaturahmi dan penyusunan program kerja KSBSI Jawa Tengah yang digelar di Aula Lantai 4 Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (21/7/19).


Menurutnya,Substansi dari revisi Undang-Undang No 13 dimaksud diantaranya ialah akan dihapusnya masalah pesangon, terkait kerja outsourcing, masalah pekerja asing yang bisa menduduki posisi supervisor yang menurutnya sangat mengganggu dan mengancam tenaga kerja Indonesia dan lainnya.


“Kami beberapa waktu lalu juga telah melakukan rapat bersama kawan-kawan federasi dan para pimpinan buruh untuk merumuskan dan menyikapi revisi Undang-Undang No.13 ini. Kami sepakat membuat aliansi menjadi aliansi serikat buruh serikat pekerja garmen Indonesia dari 5 federasi serikat buruh yang ada,”ujar Toto.


Lebih lanjut Toto menjelaskan ,Bahwa pihaknya dalam waktu dekat  juga akan segera membuat draf dari versi serikat buruh dibawah naungan aliansi dari 5 federasi, yang selanjutnya akan di ajukan ke Pemerintah.


"Kelima federasi tersebut antara lain, Garteks, SPN, SPSI TSK Kalibata, SPSI TSK Pasar Minggu, dan GSBI. “Dalam waktu dekat kami dari 5 federasi akan mengajukan revisi, versi dari serikat buruh,”pungkasnya.**(Tom)

Sun, 21 Jul 2019 @19:27