BNNP Jateng Musnahkan BB Sabu Jaringan Semarang Batam

image

SEMARANG -koranborgol.Com. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memusnahkan barang bukti sabu seberat 900 gram. Sabu tersebut merupakan hasil sitaan pengungkapan penyelundupan sabu jaringan Batam-Semarang di Bandara Jenderal Ahmad Yani,pada Kamis (25/4/2019) lalu.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan, sabu yang dimusnahkan tersebut berasal dari jaringan pengedar Semarang - Batam - Malaysia. Barang haram tersebut didapat dari dua orang pelaku yang masih satu jaringan Semarang - Batam.

Mereka adalah Hadi Haryono alias Pakde yang ditangkap di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dengan barang bukti sabu seberat 250 gram. Setelah dilakukan pengembangan atas penangkapan Pakde, pelaku lain yakni Dedy Nahumury pun diringkus oleh BNN di Perumahan Marina Garden Batam dengan barang bukti sabu seberat 650 gram.

Benny mengatakan, meski barang bukti yang diamankan sedikit, namun ini modus operandi baru. Bisa jadi narkoba yang belum bisa diungkap BNN jauh lebih besar daripada yang diamankan.

"Tiap tahun di Jawa Tengah lebih dari 10 kg sabu yang beredar. Januari - Mei ini telah menetapkanmapkan ,7 kasus 20 tersangka sabu," ungkapnya.

Adapun modus yang digunakan pengedar dari Batam untuk masuk ke Jateng, dengan memasukkan sabu ke dubur. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak lima kantong kemasan pelaku masukkan di dubur. Rencananya sabu tersebut bakal diedarkan di beberapa daerah, khususnya Kota Semarang.

Sementara itu,Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan ,bahwa bangsa ini punya kepentingan besar untuk memberantas peredaran gelap Narkotika karena tidak ingin anak-anak negara ini menjadi hampa atau tidak memiliki harapan.kata dia Karena sesuai sifat yang ditimbulkan usai mengkonsumsi, narkoba merupakan penghancur generasi bangsa. Maka untuk penindakan harus tidak pandang bulu, semua sama di hadapan hukum.

"Sebenarnya sudah ada peraturannya, sudah ada undang-undangnya. Tidak perlu sampai pada aturan yang lebih detail. Kita bekerja saja dengan cara itu. Dan saya pernah memecat pegawai yang memakai narkoba,kan cuma sedikit pak. Kasihan. Tapi saya tidak mau toleran. Begitu kita toleran soal itu, maka sebenarnya kita tidak tegas soal pemberantasan narkoba. Maka kalau ada yang terlibat kita pastikan langsung di copot " tegasnya.

Selain itu Ganjar juga mendorong agar pemerintah kabupaten maupun kota di Jawa Tengah yang belum memiliki BNN agar segera dirembug agar peredaran narkoba langkahnya semakin menyempit. Karena memang tidak semua BNN ada di Pemkab/Pemkot.

"Dulu itu BNNP ini tidak punya fasilitas. Bagaimana BNNP akan melaksanakan tugas jika mereka tidak punya tempat, maka kita sebagai pemerintah daerah menghibahkan kantor agar BNN punya tempat. Kalau ada kejadian luar biasa solusinya penindakan, kita akan operasi besar besaran, intinya jika terkait kepentingan BNN saya akan bantu apa yang perlu kita bantu " tandas Ganjar.**(Tomo)

Wed, 29 May 2019 @23:01
Tags: bnnp