Polda Jateng Berhasil Bongkar Kasus Penyuntikan Gas LPG Bersubsidi

image

Semarang.Koranborgol.com. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jateng berhasil membongkar kasus penyuntikan LPG bersubsidi 3 Kg ke tabung 5.5 kg dan 12 kilogram non subsidi .

Dalam pengungkapan ini petugas berhasil mengamankan 3 pelaku yakni, Artya (32), Sugeng Sanjaya (36) Margono (29) mereka di ditangkap terpisah di daerah semarang,Sukoharjo dan Boyolali.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan,bahwa kasus ini terjadi di tiga tempat berbeda yakni, di kota Semarang ,Sukoharjo dan Boyolali merupakan pengmbangan dari tersangka sukoharjo .

"Mereka ini modusnya memindahkan tabung 3 kilo yang notebene subsidi, dipindahkan teknisnya ke tabung 12 kilo dengan rasionnya 5 tabung elpiji 3 kg itu bisa menghsilkan 1 tabung elpiji 12 kg dengan cara di panasi dulu ,"Ungkap Agus di didampingi Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Pol. Moh Hendra Suhartiyono.Saat release kasus di hadapan Puluhan Jurnalis Kamis (28/3/2019).

Menurut Agus,Dari keterangan para tersangka,mereka mendapatkan tabung 3 kg (Bersubsidi) dengan cara membeli eceran di sejumlah tempat selanjutnya dengan cara manual mereka memindahkan tabung gas tersebut ke tabung non subsidi.

"Kata para tersangka mereka mendapatkan keuntungan dari ngoplos LPG ini berbeda -beda ya , ada yang di semarang 30 juta perbulan Sukoharjo 260 juta sementara Boyolali 150 juta ."beber Agus.

Sementara itu ,Direskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Moh Hendra Suhartiyono Menambahkan,sudah menjadi kebiasaan setiap menjelang bulan Ramadhan Gas LPG maupun Bahan pokok kebutuhan seperti Sembako akan mengalami Fluktuasi harga bahkan dalam tanda petik hilang di pasaran .

Untuk mensikapi hal tersebut Hendra mengaku kedepan akan melakukan oprasi senyap ,untuk antisipasi pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah awal salahsatunya adalah memworning kepada mereka yang bermain -main untuk tidak melakukan pelanggaran Hukum yang tentunya akan ada sangsi pidananya.

"Sebenarnya tindakan seperti ini adalah modus lama yang berulang ulang terussetiap tahunya ,maka kami menghimbau hentikanlah permainan curang seperti ini kasian masyarakat yang harus menanggung ."pungkasnya.**(Tomo)

Thu, 28 Mar 2019 @14:16
Tags: krimsus