BNNP Jateng Ungkap Kasus Narkotika ,Dua Residivis Ini Ternyata Di kendalikan dari Dalam LP Kedungpane

image

Semarang.Koranborgol.Com.Tim pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu (methamphetamine) dan ekstasi jaringan Jepara.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Muhammad Nur mengatakan,bahwa pada hari Rabu 13 Februari 2019 sekitar pukul 13.30 WIB petugas berhasil menangkap tersangka JW als Klowor di Jalan Langon kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara beserta barang bukti 3 paket sabu dan 9 ekstasi.

Dari pengakuan JW, masih ada barang bukti lain yang disimpan di rumah temannya MS alias Ngacir.Kedua tersangka di kertahui merupakan Residivis  yang baru selesai menjalani hukuman di Lp kedungpane pada bulan Oktober dan Januari 2018 tahun lalu.

Selanjutnya petugas kemudian mendatangi rumah MS dan melakukan penangkapan di rumahnya di Kelurahan Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

 “Saat di lakukan  penggeledahan petugas menemukan barang bukti sejumlah paket sabu yang telah dikemas dalam bentuk paketan dan sejumlah ekstasi,” ujar Muhammad Nur saat Jumpa Pers di Kantor BNNP Jateng, Jl.Madukoro Semarang Senin (18/2/2019).

 Muhammad Nur menambahkan,dari hasil pengembangan, diketahui tersangka JW dan MS  ternyata dikendalikan oleh seorang warga binaan LP Kedungpane Semarang atas nama Muzaidin yang saat ini sedang menjalani hukuman 7 tahun penjara. “Kami berkoordinasi dengan Kalapas Kedungpane Semarang dan meminta agar Napi atas nama Muzaidin diamankan guna penyidikan,” ungkapnya.

Slanjutnya Dari ketiga tersangka, BNNP Jateng berhsil menyita sejumlah paket narkotika jenis sabu 250 gram, paket ekstasi dengan jumlah 342 butir dan 5 buah HP berikut SIM Card.

Menurut Muhammad Nur, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subside Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Sementara itu KA Lapas Kedungpne Semarang  Dadi Mulyadi mengatakan,Keberhasilan BPNP Jateng dalam menagkap para tersangka merupakan hasil dari sinergitas  antara Kalapas dan BPN Jateng  yang sudah berjalan baik selama ini ,sehinga pada waktu ada informasi bahwa ada warga binaan yang terindikasi terlibat Narkoba langsung di tindak lanjuti dan di amankan .

 “Pada prinsipnya kami dengan BNN Provinsi ini selalu  berkordiasi apabila ada pelanggaran-pelanggaran atau pengendalian yang di lakukan oleh warga binaan segera di informasikan kepada kami dan kakami segera tindaklanjuti.”Jelasnya

Di jelaskanya ,bahwa di kalapas Kedungpane dengan jumlah penghuni 1800 sekian orang itu 1100 orang merupakan kasus Narkotika ,dan di akuinya dalam tiga bulan terahir ini  kasus narkoba sangat meningkat dengan berbagai cara dan ragam mereka melakukanya seperti di antaranya lewat makanan,di lempar,melalui pengunjung dan sebagainya.

“Untuk itu kami mencoba melakukan upaya-upaya pencegahan seperti pembatasan HP, yang merupakan program kami dan di awal bulan Pebruari ini  kita sudah mengirimkan para bandar Narkoba ke Nusakambangan dan seminggu kemudian kita kirimkan kembali sebanyak 50 warga binaan kasus narkotika ,dan kasus kasus yang memang meresahkan msyarakat sebagai upaya pemulihan terhadap prilaku mereka supaya dia bisa bertobat.”Tandasnya.**Tomo     

 

 

Mon, 18 Feb 2019 @19:23
Tags: bnnp