BNNP Jateng Berhasil Amankan Uang 4,8 Miliar Kasus TPPU Narkotika Jaringan Sancai

image

SEMARANG .Koranborgol.Com-BNNP Jawa Tengah berhasil mengamankan uang sebesar Rp4,8 miliar, yang diduga merupakan hasil pencucian uang dari peredaran  narkotika jaringan Sancai.Uang  tersebut disita dari empat rekening dengan nama atau identitas palsu .

Petugas menangkap seorang diduga pelaku TPPU bernama Deden Wahyudi alias Dandi Kosasih alias Raditya di kantor BRI Unit Lempuyangan Jalan Dr Sutomo No 60 Baciro, Gondokusumo, Yogyakarta, pada Rabu (23/1/2019).

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Muhammad Nur mengungkapkan, tersangka diamankan pada saat akan melakukan transaksi di bank tersebut. 

"Satgas TPPU Narkotika selanjutnya melakukan penggeledahan di rumah kos tersangka di rumah no 619 RT 31/RW 09 Bausaran, Danurejan, Yogyakarta .Dalam penggeledahan tersebut, petugas berhasil menyita total uang tunai Rp1.553.000.000 dan pecahan dolar Singapura SGD53.000 (kurs Rp10.400) senilai Rp553.280.000 .”kata Muhammad Nur saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng,Jl Madukoro  Semarang, Senin (4/2/2019).

Selain itu lanjut Nur,pihaknya juga bergerak cepat berkoordinasi dengan direktorat TPPU BNN melakukan pemblokiran tabungan sejumlah Rp2.705.754.003 dari 4 rekening bank yakni BCA, BNI, BRI, dan Mandiri,Menurutnya, tindak pidana yang dilakukan tersangka merupakan modus baru karena berhasil menembus sistem administrasi kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil). 

"Dengan demikian ,keseluruhan aset yang sementara dapat di sita dari pengunkapan kasus ini adalah 4.812.034.003  .saat ini petugas TPPU narkotika BNNP  Jateng terus mengembangkan perkara tersebut .”ungkap Nur.

Selain Itu ,Petugas TPPU BNNP Jateng juga  menyita dua buah kendaraan roda dua yaitu honda CBR 150 CC tahun 2018 Nopol DA 2742 NJ dan Honda  Scoopy 125 CC tahun 2018 Nopol DA 6129 ACC serta dua buah televisi layar datar yang di duga kuat di beli dari uang Narkotika.

Selanjutnya Muhammad Nur menyebutkan,uang Miliaran tersebut akan di serahkan negara tentunya sesuai  dengan prosedur yang berlaku setelah melalui proses di pengadilan .   

“Mengingat semakin canggihnya pola dan modusoperandi yang di lakukan oleh sindikat jaringan Narkotika .di harapkan pihak pengelola jasa keuangan (Perbankan) semakin kooperatif dan memberikan akses yang luas kepada BNN untuk memperoleh data dan informasi transaksi keuangan jaringan sindikat Narktika yang di butuhkan .

“Pengalamam selama ini ,pihak perbankan terutama BCA masih susah dan berbelit –belit dalam memberikan data dan informasi transaksi keuangan yag di butuhkan ,sementara bank yang cepat memberikan informasi data yang di butuhkan penyidik adalah BRI  sehinga kasus ini dapat terungkap dengan baik .”pungkasnya .**Tomo


Tue, 5 Feb 2019 @18:38
Tags: bnnp