AJKD Terus Kawal Anggotanya Mencari Keadilan Di PN Demak

image

Demak .Koranborgol.Com .Perkumpulan Forum Lintas  Aspirasi Jasa Konstruksi Demak (PFLAJKD)Terus mengawal anggotanya yang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Demak ,yaitu PT Puji Syukur Alhamdulillah yang hari ini di jadwalkan melakukan persidangan yang ke tiga 3 (tiga) pada proses pembacaan gugatan.

Suwarko,selaku Koordinator Lapangan menyampikan ,bahwa pihaknya tidak akan pernah berhenti dalam memperjuangkan keadilan di Kabupaten Demak khususnya yang terjadi pada anggotanya itu dalam mencari keadilan terkait sidang gugatan perbuatan melawan hukum tentang pekerjaan kontruksi pembangunan Gedung Sanggar Pramuka (lanjutan) Tahun Anggaran 2018.

“Kami akan selalu mengawal pada proses persidangan gugatan ini.Sudah saatnnya Kabupaten Demak ini kita bersihkan dari praktek ‘MAFIA ANGGARAN’ dan praktek KKN yang selama ini sudah menggurita, sudah bukan rahasia lagi bahwa praktek pemenang Tender proyek dan penguasa paket pekerjaan adalah kelompok tertentu, padahal semua rekanan dan Asosiasi punya hak yang sama sesuai dengan kemampuan masing-masing.”ungkap Suwarko dalam Press Release nya yang di terima redaksi Koranborgol.Com Kamis (20/12/18)

Praktek pelanggaran demi pelanggaran yang mengarah kepada indikasi tindak pidana korupsi lanjut Suwarko,terjadi sebagaimana contoh kecil pada kasus “Pokok Perkara Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Tentang Pekerjan Kontruksi Pembangunan Gedung Sanggar Pramuka (lanjutan) Tahun Anggaran 2018. (yang terindikasi kecurangan dan mengarah pada satu pemenang).

“Ancaman atau premanisme yang dilakukan oleh kelompok terntentu yang mencoba menghalang-halangi perjuangan kami, itu bukan hanya omong kosong tetapi fakta adanya, hal itu terbukti pada sidang ke dua yang kami kawal terjadi insiden oleh ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mengakibatkan anggota kami (bernama Istanto) yang tergabung dalam Aspirasi Jasa Konstruksi Demak (AJKD) terpaksa harus opname dua hari di RSUD Kab. Demak “Uraninya,

Dengan adanya insiden itu pihaknhya mengaku sudah membuat laporan  peristiwa tersebut pada hari Jumat tanggal 14 Desember 2018 sekitar jam 11.00 s/d selesai di RESKRIM POLRES Demak sepulang (Istanto) dari RSUD Kab. Demak, Namun sampe hari ini kata dia belum ada tindak lanjut dari POLRES Demak.

“Tanda tanya besar kenapa proses selalu berhenti dan terkesan sulit dalam pembokaran Praktek KKN di Kabupaten Demak ? Jika semua sama dihadapan hukum, seharusnya tidak ada istilah tumpul ke atas tajam ke bawah. Kami berharap kepada seluruh Aparat Penegak Hukum dari pusat sampai daerah, KPK, Kejagung, Kajati, Kajari, Pengadilan Negeri Demak, Kapolri, Kapolda, Kapolres  Demak, Media Cetak, Media Elektronik, Lembaga/OKP/Ormas/LSM  pemerhati keadilan hukum di Indonesia, kabupaten Demak untuk menjadi perhatian khusus dan salah satu sekala prioritas secara nasional dalam penegakan supremasi hukum.”tandasnya .**Uut

Thu, 20 Dec 2018 @03:07
Tags: pn demak