Terdakwa Hendri Sebut Safrial dan Fasha Ikut Nikmati Uang Suap Kasus Pipanisasi

image

Kualatungkal.Borgol.Com _ Sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Tinggi Jambi terkait kasus pipanisasi 2008 -2010 (3-12/18) berjalan dengan lancar. Hakim Ketua Erika Dari Emasah Ginting yang disaksikan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan agenda pemeriksaan terdakwa Hendri Sastra yang ditetapkan oleh JPU sebagai terdakwa dalam kasus Korupsi pipanisasi Kabupaten Tanjab Barat.

Menyikapi hal tersebut, beberapa bahasa yang tidak lazim diutarakan oleh beberapa penggiat di Prov. Jambi, disinyalir pihak Kejaksaan Provinsi Jambi menyikapi kasus mega proyek ini terkesan akan meredam agar jangan sampai 2 orang oknum pejabat tinggi tersebut terjerat kasus korupsi pipanisasi ini.

Terdakwa Hendri Sastra mengatakan,”Dalam kasus mega proyek pipanisasi ini, Fasha yang saat ini menjadi Wali Kota Jambi dan Dr. Ir. H. Safrial MS Bupati Tanjab Barat ikut serta menikmati hasil korupsi dari mega proyek pipanisasi TA 2008 – 2010.

Bahkan hasil korupsi yang diterima oleh 2 orang oknum Pejabat Tinggi Provinsi Jambi tersebut tidak tanggung -tanggung, yakni Fasha menerima 10 % dan Dr. Ir. H. Safrial MS menerima 20 % dari total anggaran sebesar Rp.151 miliar,” beber Hendri Sastra (terdakwa) saat dalam persidangan ketika ditanyakan oleh Hakim.

Ketua LSM Akram (Akomedasi Rakyat Miskin) Amir Akbar menjelaskan, mega proyek pipanisasi ini sudah jelas menemukan titik terang, jadi kapan lagi pihak Kejaksaan untuk mendalami dan mintindaklanjuti dan menangkap 2 orang oknum pajabat tersebut dalam kasus pipanisasi ini.

“Sudah jelas dan fakta yang dikatakan oleh terdakwa/ tersangka mengatakan 2 orang oknum pejabat tersebut masing – masing mendapatkan uang hasil korupsi pipanisasi, jangan hanya yang ada ini saja yang dijadikan korban, tangkap 2 orang oknum pejabat tinggi di Prov. Jambi itu. Fasha dan Safrial yang menerima uang Miliaran rupiah hasil dari korupsi mega proyek pipanisasi.

Hal ini jangan sampai penilaian terkesan dibiarkan begitu saja, seakan – akan kasus ini hilang tanpa ada barang bukti. Jika Kajagung melalui Kajati memang tidak mampu menyelesaikan kasus ini sampai tuntas, mundur saja untuk menindaklanjuti kasus pipanisasi ini, serahkan kasus ini kepada yang mampu yang bisa untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas, yakni KPK.

Didalam kasus ini penggiat dan masyarakat menilai sudah menilai bahwa pihak Kajagung dan Kajati Provisi Jambi sama sekali tidak berfungsi, beberapa kasus yang ditangani hanya mangkrak,” kata Amir Akbar. Senada yang dikatakan oleh Amin Taufik SH, CLA, Auditor Hukum Tanjab Barat.

Hendri Satra sudah menjelaskan, bahwa 2 orang oknum pejabat tinggi itu juga mendapatkan hasil korupsi dari kasus pipanisasi miliaran rupiah. Hal ini langsung dipaparkan oleh Hendri Sasra (terdakwa) disaat persidangan sedang digelar diruangan Pengadilan Tinggi ( tipikor) Prov. Jambi. Untuk itu, terlibatnya 2 orang oknum pejabat tinggi daerah tersebut segeralah di proses dengan aturan – aturan dan UU yang berlaku.

Saya yakin, dengan pengkuan saudara terdakwa tersebut sudah pasti ada bukti – bukti lain yang menguatkan bahwa 2 orang oknum pejabat tersebut pasti terlibat, bisa jadi nanti akan ada lagi bukti – bukti lainnya yang akan di tampilkan oleh saudara terdakwa. Kapan lagi untuk memeriksa 2 orang oknum tersebut, jika memang terbukti tangkap saja sesuai dengan UU yang berlaku.

Sudah jelas salah satu pengakuan dari terdakwa ini bisa dijadikan alat bukti, pengakuan terdakwa Hendri Sastra tersebut juga disaksikan oleh Hakim Ketua dan Jaksa Penuntut Umum Prov. Jambi, artinya pengakuan ini sudah kuat untuk di jadikan alat bukti.

Harapan para penggiat dan masyarakat agar pihak Kejaksaan segera mentindak lanjuti korupsi kasus pipanisasi yang terlibat 2 oknum pejabat itu, hal yang tidak lazim, mereka Korupsi bisa keluyuran ke mana – mana, sehingga masyarakat dan penggiat yang ada beranggapan bahwa pihak Kejaksaan tidak bisa menuntaskan kasus korupsi pipanisasi ini yang melibatkan 2 orang oknum pejabat tinggi, yakni Bupati Tanjab dan Walikota Jambi yang ikut serta menikmati uang miliaran rupiah.

Hal ini sudah dipaparkan, hanya tinggal Hakim Ketua dan pihak Kejaksaan saja yang tinggal bertindak untuk melanjutkan kasus tersebut.

“Jadi saya ingatkan, kata – kata terdakwa itu bisa dijadikan salah satu alat bukti, maka dari itu pihak Pengadilan dan Kejaksaan harus mengungkap semuanya kasus pipanisasi tersebut, kalau memang tersangka memaparkan semua itu di dalam persidangan artinya fakta yang terjadi dalam kasus pipanisasi ini bisa benar kalau 2 orang oknum pejabat tersebut ikut serta menikmati hasil korupsi tersebut,” sebut Auditor Hukum Amin Taufik.**Adi/tnk

Tue, 4 Dec 2018 @17:58