Beromset 1 miliar per Bulan,Warnet Cyber Internet Kafe Ini Fasilitasi Perjudian Online

image

Semarang.Koranbirgol.Com.Jajaran Kepolisian Unit Siber Subdit II/Eksus Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil membongkar pratik perjudian online di dua tempat berbeda yakni di Jl. Juanda Jebres Surakarta dan Jl. Abdul Muis Jebres Surakarta Jawa Tengah.

Lima tersangka berhasil di ringkus aparat kepolisian di mamsing masing warnet Cyber Internet kafe yakni ,Haris Budi Prasetyo (29) warga Joyotaka ,Surakarta,Rinto Kurniawan (28)Mojolaban ,Surakarta, Andika P.(31) Sumber Surakarta,Romi Septian A.P (20) Mahasiswa Warga Randublatung Blora dan Ahmad Zaerofi (20) Mahasiswa warga Gadung Tulung Belangwetan Klaten.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyampaikan,bahwa modus yang di gunakan para tersangka ini di dua TKP menggunakan fasilitas warnet  red (Warnet Cyber Internet Kafe ) terdapat fasilitas  yang membuat pelanggan dapat mengakses situs dengan web Url Http//bajukuning.com yang memiliki muatan perjudian .

“Dugaan Perbuatan Perjudian online ini di lakukan para tersangka dengan adanya bukti komputer –komputer yang tersedia di bilik kamar warnet sehingga pelanggan dapat mengakses situs dengan web yang di sediakan tersangka untuk melakukan permainan judi Online .”ungkap Condro di dampingi Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Moh Hendra Suhartiyono dalam Press Releasenya di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng Jl. Sukun Raya Rabu (5/9/18).

Di jelaskan Condro , Warnet Cyber Internet Kafe terbukti dapat menyediakan kode akses atau Username dan bisa menerima setoran deposit sehingga pelanggan dapat langsung mengakses Web  tertentu yang di sediakan tersanka .

“Perbuatan ini di lakukan oleh operator yang di sebut dengan operator jangket di mana ia memiliki tugas menerima pendaftaran ,pembuatan akun baru yang selanjutnya dapat di gunakan untuk bermain judi  online .selain itu juga melayani deposit dari pelangan yang akan menambah deposit ,melayani penarikan (withdraw)dari pelanggan yang akan mencairkan uangnya ,sehingga omset di kedua tkp ini mencapai kurang lebih 1 Miliar rupiah per bulan .”pungkas Condro.

Selain itu Aparat Kepoisian juga berhasil menyita puluhan barang bukti (BB)di antaranya ,31 unit LCD monitor, 33 unit CPU,2 unit Printer kasir ,dan masih banyak lagi .

Selanjutnya para tersangka terancam pasal  27 ayat (2)UU No 11/2008 ttg ITE berikut perubahanya pada UU No 19/2016.dan pidana  pasal 45 ayat (2)UU No 11/2008 ttg ITE berikut perubahanya pada UU No 19/2016 .yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan /atau membuat dapat di aksesnya informasi Elektronik dan /atau dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana di maksud dalam pasal 27 ayat (2) di pidana dengan penjara paling lama (6) enam tahun  dan atau denda paling banyak 1000.000.000.00 (satu miliar rupiah).**(Tomo)  

Wed, 5 Sep 2018 @20:58