Nyaris Diperkosa Brondong, Ibu Rumah Tangga Asal Pancur Ini Alami Depresi

image

REMBANG,Koranborgol.com-Sungguh miris nasib DA (30), Seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Pancur yang kini sedang depresi berat, akibat diduga jadi korban pelecehan lelaki hidung belang yang diam-diam menyusup ke kamarnya.

Wanita yang bekerja wiraswasta ini pun semakin tertekan setelah menjadi bahan gunjingan tetangga, karena sebagian tetangga menuduhnya sengaja main gila, memasukkan lelaki lain ke rumahnya.

Kepada koranborgol.com DA menuturkan peristiwa dialaminya Rabu (18/7) menjelang tengah malam. Saat dia sedang tidur sendiri di kamarnya, sedangkan sang suami di kamar sebelah, dirinya merasa seseorang merabanya dari belakang. "Saya mengira itu suami, sehingga saya abaikan saja," ungkapnya mengingat kejadian.

Kemudian, tiba-tiba muncul seseorang menyorotnya dengan senter ponsel. Dia pun bangun dan menyalakan lampu, mendapati sesosok lelaki bersembunyi di balik tempat tidur. "Saya teriak memanggil suami saya, saya kaget karena orang itu sudah membuka resleting celananya," bebernya.

Sang suami, Is (39), pun datang dan memergoki AJP, pelaku yang ternyata masih berusia remaja. AJP beralasan hanya ingin mengambil charger HP. "Kalau mau maling kan aneh. Semua tahu anak itu warga desa Wuwur. Kalau mau curi uang, mengapa harus memegang, haruse cepat cepat kabur," ungkap dia sembari menangis sesenggukan.

Diketahui, setelah ditanya oleh Kepala Desa Ngulangan beserta perangkatnya, AJP sering menginap dirumah neneknya yang berada di desa Ngulangan yang tak lain ialah tetangganya sendiri. "Ditanya warga dan lainnya itu dia ngaku rumah Mbahnya dekat dengan rumah saya. Setiap hari tidur situ," tuturnya.

DA mengaku malu dan beban mental. Pasalnya, para warga dan tetangga berasumsi bahwa DA sengaja memasukan pria (AJP) tersebut ke dalam rumahnya saat malam hari.Bahkan setelah kejadian itu dirinya tergeletak sakit selama tiga hari.

"Asumsi di masyarakat saya dipandang rendah dianggap memasukan anak itu ke kamar. Nama baik saya sebagai wanita rendah digunjingkan masyarakat. Dituding yang tidak tidak. Sehingga saya berharap aparat bisa memproses AJP, " imbuhnya yang mengkau telah melaporkan ke kepolisian.

Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rembang IPDA Rukmini saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa dugaan pelecehan tersebut "Ya benar ada pengaduan pak, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan," terangnya.(Hasan Yahya)

Mon, 6 Aug 2018 @19:30
Tags: rembang ppa