Kota Semarang Paling Banyak Kasus Kekerasan Terhadap Anak

image

SEMARANG  – Koranborgol.Com.Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid menyampaikan ,pihaknya saat ini mengaku sedang merancang anggaran untuk pemenuhan program penanggulangan kekerasan terhadap anak di Jawa tengah  yang kata dia tergolong tinggi .

“Kami akan mencari formula yang pas dan siap merangkul para pegiat anak untuk mengatasi perilaku kekerasan terhadap anak ini dan kemarin kebetulan sudah di perdakan  tingal secara teknis kita menungu eksekutif untuk membuat peraturan gubernur , kalau nanti teknisya sudah selesai nanti kita baru  bisa mengangarkan teknis pelaksanaanya .”jelas Hamid  usai dialog publik  yang di siarkan langsung MNC Trijaya di Hotel Quest Semarang, Senin .(23/7/18).

Menurut Hamid,dalam implementasinya nanti sesuai stuktural di tingkat Jawa Tengah nantinya di harapkan ada tim pembina keluarga di tingkat Jateng dan kabupaten kota yang melaksanakan ,karena baru  tahun ini  di perdakan kata dia pihaknya masih menunggu pergub dari gubernur .

“Karena ini merupakan gabungan dari beberapa OPD seperti pendidikan,kesehatan,,sosial dan lan sebagainya yang mana tim ini nantinya yang akan terjun langsung ke masyarakat ,Provinsi sebagai kordinasi kabupaten kota sebagai pelaksana di lapangan .”bebernhya .

Sementara itu,Pelaksana Bidang pemenuhan Hak dan perlindungan anak DP3AKB Jateng, Siti Ilma Patriani M.Psi,menyampaikan .bahwa  Kota Semarang ini menduduki peringkat tertinggi soal kasus kekerasan seksual terhadap anak di Jateng. Namun Ironisnya, pelakunya melibatkan orang terdekat.

Data dari (DP3AKB) Jateng, menunjukan sejak Januari-Juni 2018, sudah ada 424 kasus kekerasan terhadap anak di Jateng. Meski diperkirakan tidak sebanyak tahun sebelumnya yang mencapai 1.337 kasus, angka itu masih tergolong tinggi.

“Kasus kekerasan seksual yang masih menduduki peringkat pertama berada di Kota Semarang. Ironisnya pelakunya ada yang melibatkan orang terdekat. Di tahun ini ada temuan kasus incest atau persetubuhan dengan ayah kandung di Semarang. Ada pula kasus persetubuhan sesama anak berusia empat tahun dan lima tahun,” ungkapnya.

Dijelaskan Ilma, kasus kekerasan terhadap anak saat ini sudah termasuk darurat. Sebab, tidak sedikit anak yang tercemar pornografi, narkoba dan kekerasan.maka ini  lanjut dia perlu dilakukan pencegahan secara serius .

Untuk mereduksi jumlah kasus  masyarakat sudah diminta aktif melapor temuan ke layanan terpadu di 35 kabupaten/kota. “Kami berjejaring dengan banyak pihak untuk menyelesaikan masalah ini. Ada dinas terkait, Lembaga Swadaya Masyarat dan peran serta tokoh masyarakat maupun tokoh agama,” pungkas dia .**(Uut)

Mon, 23 Jul 2018 @22:16