"DM" Diduga Jegal Kebebasan Pers

image

Purwakarta, koranborgol.com _ Pemimpin adalah Publik Figur, terlebih ketika dirinya terpilih menjadi kandidat di pencalonan untuk setingkat Provinsi.Sifat "leuleus jeujeur laer aisan" merupakan karakter seorang "Leader" yang sangat didambakan oleh segenap lapisan masyarakat di muka bumi ini, tak terkecuali "Dedi Mulyadi, SH (DM)".

"DM" merupakan salah satu kandidat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tingkat (Tk) Provinsi (Prov) Jawa Barat (Jabar), dengan menduduki posisi sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub).
Seperti yang dilansir oleh koransidak.co.id, "CAWAGUB JABAR DEDI MULYADI USIR WARTAWAN, ADA APA YA ?", tentu saja menarik perhatian publik, apalagi ini terjadi terhadap salah seorang Wartawan koransidak.co.id, itu sendiri.

Melalui kontak WhatsApp (WA), sekira pukul 23.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) tepatnya (07/06), koranborgol.com berhasil menghubungi awak media tersebut (Dede Mulyadi) salah seorang warga Kabupaten Purwakarta yang menjadi korban pengusiran "DM" dan mengorek informasi sebenarnya.
Menurut Dede, insiden tersebut terjadi di kediaman "DM" yang terletak di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kab. Purwakarta (06/06) antara jam 10:14 s/d 10:18 WIB.

"Saya diusir "DM" dengan alasan bahwa saya tidak di undang. Sebagai insan Pers, untuk melaksanakan Tupoksi sebagai Pewarta, ketika mendatangi seorang Nara Sumber (Narsum) untuk konfirmasi apakah harus mendapatkan undangan terlebih dahulu ?," keluh Dede.

"Saya menyayangkan dengan apa yang dilakukan oleh "DM", hal seperti itu sangatlah tidak pantas, apalagi dengan pencalonan dirinya sebagai Wagub Jabar berdampingan dengan Calon Gubernur (Cagub) Deddy Mizwar di pemilihan nanti", imbuhnya.

Dede menambahkan, bahwa apa yang dilakukan oleh "DM" yang Mantan Bupati Purwakarta tersebut, bertolak belakang dengan yang selama ini diusungnya yaitu, melestarikan adat budaya Sunda dimana dalam budaya tersebut terdapat nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khasnya, diantaranya adalah sikap "Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh."

Ketika dimintai pendapat oleh koranborgol.com, adanya insiden tersebut terkait pencalonan "DM", Dede mengatakan bahwa ini sangat berpengaruh sekali terhadap penilaian publik karena terkait sikap dari pada seorang Pemimpin yang sangat tidak wajar.

"Saya berharap, semua Kepala Daerah dari mulai Tk. Desa sampai Provinsi, bisa bekerjasama dengan seluruh insan Pers. Sebab Wartawan merupakan salah satu Pilar Kebangsaan dan memiliki hak untuk mencari, menggali dan menyampaikan informasi yang faktual sesuai dengan UU Pers, no. 40, tahun 1999," jelas Dede.

Dede berharap apa yang telah menimpa dirinya tidak terjadi terhadap rekan-rekan Media lain. Karena, yang dilakukan oleh "DM" Sang Calon Pemimpin semoga tidak terulang lagi.Masalah pencalonan "DM" apapun itu, biarkan masyarakat yang menilainya. Setuju atau tidak, kita buktikan di Pemilihan nanti. Publik berharap Sang Calon Pemimpin bisa menjelaskan semuanya, nantikan sesion lanjutannya **Herman

Fri, 8 Jun 2018 @17:29