REHAB KANTOR BPP WANAYASA TANPA PAPAN INFORMASI, LUPA ATAU...?

image

Purwakarta, Koran Borgol.Com _ Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta kini sedang lakukan perehaban, bagian atap dan genteng dibongkar lalu diganti dengan pemasangan baja ringan.

Ketika awak media bertanya ke beberapa pekerja yang ada dilokasi proyek, Senin (30/04) mengatakan bahwa proyek rehab Kantor BPP Wanayasa tersebut dipegang oleh Pemborong Kang Fulloh, sayang sang Pemborong Sdr. Fulloh saat itu tidak berada dilokasi proyek.

Dari pantauan awak media, proyek rehab Kantor BPP Wanayasa yang sedang dikerjakan oleh beberapa tenaga ahli dan helper, tidak terlihat adanya papan informasi terkait proyek tersebut yang semestinya terpampang di lokasi sesuai dengan aturan.

Saat itu pula awak media langsung menuju tempat singgah Sdr. Fulloh di Desa Ciawi, Kec. Wanayasa, Kab. Purwakarta, namun ia tidak berada di tempat. Beberapa kali awak media berusaha menghubungi melalui telephon seluler, namun tidak pernah aktif. 

Pada waktu bersamaan awak media mendatangi Koordinator BPP Wanayasa, Maman, di Kampung Tanjaknangsi, Ds. Raharja, Kec. Wanayasa, Kab. Purwakarta.

Dirinya mengakui bahwa perehaban Kantor BPP Wanayasa pemborongnya adalah Kang Fulloh orang Ciawi. Dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), namun saya tidak tahu persis berapa besar anggaranya," jelas Maman. 

Di tempat terpisah Ketua Umum Forum Komunikasi Wartawan Purwasuka (FORKOWAP) H. Jenal Aripin turut menyikapi terkait Perehaban Kantor BPP Wanayasa tersebut.

Menurut Jenal, segala bentuk proyek pembangunan apapun yang notabene dananya itu bersumber dari Pihak Pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten, sudah seharusnya Pihak pemborong atau Pelaksana Pekerjaan sebelum dimulai pekerjaan terlebih dahulu pampang plang proyek dilokasi pekerjaan. "Adapun terkait Perehaban Kantor BPP Wanayasa dan proyeknya dikontraktualkan kepada pemborong Sdr. Fulloh dan ternyata dilokasi proyek itu tidak terpampang papan informasi proyek, maka dia sudah tidak mengindahkan peraturan sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)," tegas Jenal.

"Terpampangnya plang proyek dilokasi pekerjaan itu sudah menjadi keharusan, karena merupakan langkah awal adanya keterbukaan mengenai pengerjaan proyek. Karena, tuntutan informasi itu bukan hanya diperlukan bagi sosial kontrol semata. Akan tetapi, semua warga masyarakat pun wajib mengetahui," tandasnya. 

Dengan demikian, lanjut Jenal, pihak terkait dalam hal ini dari internal Dinas Pertanian Purwakarta kiranya jangan tinggal diam dan tutup mata. Lakukanlah pengawasan sebagaimana mestinya agar proyek rehab Kantor BPP Wanayasa yang saat ini masih dikerjakan pemborong dapat terawasi, sehingga pihak pemborong pun betul-betul melaksanakan pekerjaannya sesuai juknis dan juklak yang sudah ditentukan," pungkasnya. (Herman, KB)

Sun, 20 May 2018 @15:39
Tags: gedung