Usut Tuntas Kasus Dugaan Pungli Dana Mutasi Guru SD Di Kudus

image

KUDUS,KoranborgolCom _ Kasus pungli puluhan juta rupiah dana mutasi sejumlah guru Sekolah Dasar (SD) ke luar daerah yang diduga dilakukan oleh oknum Mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Undaan Minan (50) yang kini menjabat Kabid Kepemudaan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus terus bergulir.

Sejak dilaporkannya kasus tersebut ke Kejati dan Polda Jateng oleh Bambang WS dari DPP Aliansi Tajam pada pertengahan April lalu, kasus ini menyedot perhatian sejumlah media serta pegiat anti korupsi didaerah setempat.

Pada Kamis siang (3/05/18) LSM KPMD Kudus di damping Aliansi Tajam Kudus menggelar demo di depan kantor Bupati Kudus. Seratusan peserta demo tersebut menyerukan Usut tuntas pengutuan liar mutasi guru SD di Kabupaten Kudus.

“ayo bapak bupati dan kepala dinas pendidikan kab.kudus keluar temui kami, jangan bersembunyi didalam. Usut tuntas kasus pungli mutasi guru sd ini”, teriak korlap aksi tersebut.

Setelah menunggu beberapa jam akhirnya perwakilan pendemo di temui oleh empat orang pejabat kab.kudus yakni Drs.Eko Hari Djatmiko,Msi Kepala Kesbangpol,Drs.Joko Susilo Kadisdikpora, Drs.Agus Budi Satrio,SH Asisten 1,Djoko Triyono,S.Sos Ka.BKPP kab.kudus.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah guru mengaku telah menyetor uang untuk pengurusan mutasi antara Rp 25 juta hingga Rp 30 juta, dari jumlah yang diminta sebesar Rp 50 juta. Kekurangan ditutup setelah surat keputusan (SK) mutasi keluar.

Mereka juga diminta membuat surat pernyataan seolah tak ada pungutan sebagai syarat permohonan mutasi. Karena tidak sesuai fakta, salah seorang guru yang menjadi korban akhirnya mencabut surat pernyataan tertanggal 20 Maret 2018, atas surat yang pernah dibuat pada 2 Maret 2018.

Uang pengurusan mutasi Rp 30 juta akhirnya dikembalikan. Tindakan Minan diduga tidak sendirian, namun melibatkan orang dalam dan pihak lain. Berdasar catatan sementara, jumlah guru yang mengajukan mutasi dalam kurun waktu satu tahun terakhir sekitar 30 orang.

Bambang bersama timnya siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Dirinya juga aktif memantau perkembangan melalui Inspektur Bidang Operasional (Irbid Ops) Itwasda Polda Jawa Tengah, AKBP Wahyu Wim Hardjanto. “Dan kami menduga praktek pungli itu sudah berjalan lama dan korbannya cukup banyak,” pungkasnya.**TIM

Fri, 4 May 2018 @12:21