Edarkan Sabu, AGR Terancam Batal Umroh

image

SEMARANG,KORANBORGOL.COM _ Petugas Bidang Berantas Badan Narkotika Nasional Provinsi Jateng (BNNP) menangkap dua orang pria yang diduga kurir narkoba jenis sabu di Pertigaan Pungkruk, Jalan Raya Sukowati KM 4, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Dari tangan pelaku petugas menemukan barang bukti sabu seberat 10 gram.

Mereka adalah AGR (47) warga Laweyan, Kota Surakarta yang dalam kesehariannya sebagai guru mengaji, dan SYN (53), warga Banjarsari, Kota Surakarta.

AGR yang kesehariannya sebagai guru mengaji di salah satu Ponpes di Surakarta itu rencana pada tanggal 9 April 2018 ini berangkat umroh ke tanah suci. Namun rencana itu harus batal lantaran AGR sudah keburu ditangkap petugas BNNP Jateng.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan, penangkapan kedua tersangka tersebut setelah anggota BNNP Jateng menerima informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada sebuah mobil Avanza warna hitam membawa narkotika jenis shabu menuju arah Surakarta.

Setelah menemukan mobil tersebut tim BNNP langsung menghentikan mobil dan melakukan penggeledahan. Dari dalam mobil petugas menemukan barang bukti narkoba yang diduga jenis shabu (meth).

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka yakni 1 bungkus alumunium foil yang berisi 2 paket shabu masing-masing paket terbungkus plastik transparan dan alumunium foil. Setiap paket berisi plastik klip transparan yang berisi serbuk kristal warna putih,” ungkap Tri Agus dikantor BNNP Jateng, Senin (9/4/2018).

Selain itu, petugas juga mengamankan dua buah handphone merek ASUS warna hitam dan MI warna putih, 1 mobil toyota Avanza beserta STNK dan kunci kontak.

Sementara itu AG mengaku, kalau dirinya diperintah oleh seseorang berinisial Bj yang kini masih DPO yang diketahui berdomisili di Kaliurang Yogjakarta untuk mengambil narkotika jenis shabu di Sragen.

Rencananya setelah sampai Solo, shabu tersebut akan diambil oleh seseorang. AG mengaku dalam melakukan pekerjaan tersebut diberi upah sebesar Rp1 juta.

AG yang memakai shabu sejak tahun 1998 dan sempat berhenti pada tahun 2002 itu ternyata pada Januari 2018 kembali memakai shabu dengan alasan bersama temannya saat reuni.

BNNP Jateng mengaku akan terus merangkul kelompok-kelompok agama, termasuk MUI agar bisa membantu mensosialisasikan bahaya narkotika.*UUT

Mon, 9 Apr 2018 @22:12