Inilah Isu Kebenaran Limbah Pembuangan Bekas Pemotongan Ayam

image

Berau (Kaltim),Koranborgol.com- Isu klaim adanya limbah pembuangan bekas pemotongan ayam milik PT Resty Nur Jasa Ketring Kelurahan Gunung Panjang Tanjung Redeb baru-baru ini, yang sebelumnya di keluhkan masyarakat setempat, kini di mediasikan direktur PT Resty Nur, di hadiri oleh Ketua RT02 Kelurahan Gunung Panjang, Polsek Tanjung Redeb,Toko Masyarakat, Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Dan warga skitarya lainnya, di kantor PT Resty Nur, kamis 15/3/18.

Menurut Aji Sasmita Direktur PT Resty Nur, dari penyampaian keluhan warga setempat tentang limbah tersebut, sebelumnya pihak kami meminta maaf. secara transparansi terkait limbah dari pemotongan ayam ini memang pada dasarnya tidak mempunyai pembuangan yang khsusus, akan tetapi, sudah di upayakan dan dilakukan pembuatan semacam Fultrek (Tempat Pembuangan khusus Limbah) dalam artian, sudah dibuatkan sumur yang berukuran sekitar kedalam empat (4) meter untuk menimalisir limbah dan aroma menyegat yang dahulunya mengalir di aliran drenase.

“Jadi sementara waktu ini dimaklumi, mungkin aroma limbah masi menyengat. agar tidak menyengat lagi, kami upayakan menetralkan airnya dan akan dijalankan mulai hari ini dan seterusnya,”tandasnya.

Di samping itu pihak kami jua akui bahwa “sebab keluahan warga adalah keluahan kita bersama, dalam artian, adanya hal ini tentu sebagai panutan serta acuan. juga kritikan tersebut bisa sangat bermanfaat,”ucapnya.

Mengapa tidak dilakukan pertama kali memulai usaha, kata Aji, pada dahulu waktu itu, melihat air limbah tersebut, sebenarnya tidak sepenuhnya penuh limbah, hanyalah air cucian ayam saja yang sisanya mengalir ke saluran drenase. Disisi lain, Aji mengklaim, semua ada izin lengkap temasuk izin usah maupun dari LBH. “Meskipun izin Usaha Lengkap, yang jadi persoalan hanya kami fokuskan di limbah, agar semua teratasi serta dapat menyamankan udara di sekitarnya,”ucapnya.

Hamduram, salah satu warga Kelurahan Gunung Panjang mengatakan, merasa cukup puas dengan adanya musawarah ini. “Ada jalan solusi terbaik buat kita semua bersama-sama saling toleransi,”harapnya

Hal senada juga dikatakan Kobar Sekretaris LPM. Disamping itu, kami juga bukanya tutup mata tentang pengawasan terhadap lingkungan. Jelas, “setiap badan usaha atau kegiatan megenai lingkungan setempat memang selama ini kami terapkan adanya kordinasi, contohnya di haruskanlah adanya pengaduhan laporan warga sebelumnya. Namun pada dasarnya sangatlah di sayangkan karena secara Prosedural menurut kami tidak ada pengaduhan secara lisan maupun tertulis yang di tembuskan ke-RT dan pihak terkait.

Namun kami maklumi itu dengan catatan, untuk kedapan kami sangat berharap sekali jika sewaktu ada persoalan kemudian hari di haruskanlah ada pelaporan terlebih dahulu ke-RT dan LPM atau pihak terait, agar dapat dimusawarakan yang lebih baik dan pastinya diterbitkan di media nasioanal maupun lokal, sesuai harapan kami, semua kembali kepada pemilik usaha tersebut bagaimana baiknya, ciptakan lingkungan bersih aman dan kondusif”ujarnya.

Abdul Kadir Ketua RT juga mengatakan, dengan adanya mediasi ini artinya meluruskan sebelumnya kabar berita limbah ini dan memang dari pihak perusahaan juga sudah mengklarifikasi semuanya serta memperbaikinya. Selama ini apa yang diharapkan warga setempat tentang limbah sudah terjawab.

 Harapan kami, sangat berterimakasih dengan adanya mediasi ini. Jujur, walaupun memang kurang akrap dengan wartawan yang datang ke wilayak kami akan tetapi kami upayaka untuk menyambut lebih baik lagi. tapi dengan adanya pemberitaan pemberitahuan, kini sudah jelas ada perbaikan dan kedepan ada perubaan.**hrs/sfl/

Fri, 16 Mar 2018 @09:45