Res Narkoba Polres Lutim Amankan 21 Orang Pelajar Pengguna Pil PCC

image

Luwutimur, Koranborgol. Com _ Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol atau yang lebih dikenal dengan pil PCC tersebut merupakan obat-obatan yang diperlukan dalam penanganan medis, dan hanya dapat diperoleh dengan melalui resep dokter. Tetapi pada kenyataannya, pil PCC tersebut justru beredar dengan bebas di lingkungan masyarakat

Dibawah pimpinan Kasat Res Narkoba Polres Luwu Timur AKP Abd. Samad, S.H. Satuan Reserse Narkoba Polres Luwu Timur berhasil mengungkap jaringan peredaran obat-obatan jenis PCC dan obat-obatan jenis THD.

Saat ini Sat Res Narkoba Polres Luwu Timur telah mengamankan setidaknya sejumlah 21 (dua puluh satu) siswa SMA yang terlibat dalam peredaran obat-obatan tersebut,ungkap Samad

Jika seseorang mencampur dan mengonsumsi ketiga obat ini secara bersamaan, sebagai obat PCC, efek masing-masing obat akan saling bekerja sama. Obat PCC pada akhirnya merusak susunan saraf pusat di otak. Perwujudan kerusakan saraf pusat otak bisa beragam, namun obat PCC secara spesifik memunculkan efek halusinasi yang tampak pada beberapa korban.

Perubahan mood yang signifikan juga sering terjadi, begitu juga dengan gangguan perilaku dan emosi juga dapat terjadi pada pengguna obat PCC. Gangguan ini sering disebut dengan istilah “bad trip” yaitu gejala cemas, ketakutan, dan panik yang terjadi pada pengguna obat. Selain itu, penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan overdosis hingga kematian.Jelasnya

Setelah mengetahui adanya peredaran pil PCC tersebut dikalangan para pelajar serta bahayanya bagi masyarakat, Polres Luwu Timur bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen untuk bekerjasama dalam memberantas peredaran pil PCC tersebut. Serta akan mengungkap tersangka utama yang bertanggung jawab atas beredarnya pil PCC tersebut dikalangan pelajar yang dalam hal ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh personil Sat Res Narkoba Polres luwu Timur, tutup Samad.**Nasruddin

Sat, 3 Mar 2018 @19:02