Kapolres Gowa Kunjungi Takdir, Penyandang Disabilitas Yang Kreatif

image

GOWA ,KORANBORGOL.COM, Terlahir tanpa tangan dan kaki 22 tahun silam, Takdir yang adalah anak pertama dari tiga bersaudara, anak dari Ibu Ngengo (55 th) tidak membuat dirinya terlarut dalam kesedihan apalagi penyesalan. Meski sang ayah sudah tiada 10 tahun yang lalu, Takdir tetap ceria menjalani hidup. Dengan keterbatasannya Takdir bahkan bisa memproduksi kerajinan tangan berbahan bambu.

Potret kehidupan Takdir yang memang sebelumnya diangkat dalam sebuah laporan kegiatan oleh Bhabinkamtibmas Desa Tabbingjai Tombolopao telah menarik perhatian Kapolres Gowa dan bhayangkari untuk melihat langsung aktivitas Takdir. Rombongan yang tiba di rumah Takdir pada Sabtu (10/02) sekitar 15.00 Wita disambut oleh Kades Tabbingjai dan Ibu Ngengo yang kesehariannya menjadi petani.

 "Selamat sore Takdir, bagaimana kabarnya ?" sapa AKBP.Shinto Silitonga yang kemudian dibalas dengan senyum ceria Takdir. Di bawah tempat Takdir duduk, terdapat kurungan burung dari bambu yang dibuat sendiri olehnya, membuat rombongan terheran-heran.

Di depan Kapolres, Kades Tabbingjai meminta Takdir untuk mempraktekkan cara membuat kurungan bambu tersebut. Takdir terampil menggunakan gergaji dan bahkan parang dengan disabilitasnya. "Luar biasa, Takdir bisa membelah bambu, menggergaji dan meruncingkan ujung bambu dengan parang", kagum Akbp Shinto Silitonga.

 Selain itu, takdir juga bisa menulis dan membaca. Bahkan Takdir mengeja nama Kapolres huruf per huruf dan menuliskan namanya dengan pensil di mulut pada selembar kertas.

AKBP.  Shinto Silitonga dan istri dalam kesempatan itu memberikan tali asih dan sembako kepada Takdir dan Ibu Ngengo. "Semoga berkenan ya Takdir, mohon doakan polisi-polisi di Polres Gowa supaya bisa bekerja dengan baik", kata Akbp Shinto Silitonga, ** M.Dg Tompo / Tim

Mon, 12 Feb 2018 @10:31