Polda Jateng Berhasil Bongkar Pembuat Obat Palsu Asal Jepara

image

Semarang.Borgol.Com . Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng berhasil membongkar tempat produksi obat-obatan palsu di Kabupaten Jepara  Jawa Tengah,pelaku di ketahui sudah peroprasi sejak 2009 lalu dan ribuan obat- obatan palsu tersebut sudah terjual di pasaran seluruh Indonesia .

Aparat Kepolisian berhasil membongkar sindikat itu setelah adanya informasi dari masyarakat mengenai peredaran obat –obatan yang tanpa ijin.tersangka M nazarudin 35 Th warga desa jambu timur,kec.Mlonggo  kab Jepara berhasil di bekuk petugas di rumahya yang sekaligus tempat gudang dan peracikan

Dari Rumah tersangka Petugas menemukan ribuan obat ilegal siap edar berbagai jenis ,seperti obat kuat lelaki ,pelangsing wanita,serta beragam bahan bakunya .

Kasubdit Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrean Suez mengatakan, obat yang dibuat oleh tersangka sangat membahayakan kesehatan . “ini akan berakibat fatal bagi kesehatan kita sendiri, mulai dari bahan serbuk botol itu kan harusnya melalui regristrasi obat, dan ini tidakada ijin edarnya,”jelas Egy kepada awak media saat gelar di kantornya Senin (18/9/17). 

Menurun Egy,ada Beberapa macam obat buatan tersangka yakni obat kuat untuk pria, obat perangsang wanita, dan obat pelangsing. Untuk obat pelangsing Nazarudin hanya menggunakan serbuk kopi yang dimasukkan ke dalam pil kapsul. Sedangkan untuk harga obat berkisar antara Rp 100-400 ribu.dari hasil penjualan ,tersangka mengku bisa mendapatkan 60 hingga 100 juta perbulan. 

“Untuk label pengemasannya ini kan juga seperti print-printan sendiri memakai merk yang sudah ada. Sementara bahan-bahan dan botol-botol ia dapatkan secara online  Nazarudin juga mengedarkan obat tersebut melalui internet. Jangkauan pemasarannya pun hingga ke berbagai pulau di seluruh Indonesia.” Beber Egy. 

Selanjutnya tersangka di dijerat dengan pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta denda senilai Rp 2 miliar.**(Tomo)

Tue, 19 Sep 2017 @06:24